21 December 2009

Hidup Berlimpah Syukur!

Jika Anda tidak hidup pada kenyataan yang Anda inginkan, maka, mulailah menata pikiran Anda untuk menikmati hidup seburuk apapun yang Anda miliki sambil terus bermimpi tentang masa depan Anda. Maka, kenyataan Anda selanjutnya pasti akan luar biasa!
^Indari Mastuti^


Dulu, ketika saya kecil, di rekam jejak hidup saya, saya bukan berasal dari keluarga kaya. Hidup kami bisa dibilang memang pernah kaya, tapi terjun bebas setelah bapak sakit kronis tahunan. Hasil akhirnya, kami hidup serba kekurangan bahkan memiliki sejumlah hutang dalam jumlah yang tidak sedikit. 
Menginjak remaja, kesulitan ekonomi kian menjadi-jadi, maklum ayah yang sakit menjadi tidak produktif sedangkan keempat anaknya sekolah dengan biaya yang tidak sedikit. Ibu saya banting stir, kerja apa saja, dan tentu saja hutang lama yang belum terbayar harus kembali menumpuk dengan hutang baru.
Saya, sempat merasakan minder yang luar biasa dengan posisi ini, maklum saya yang bisa dibilang supel memiliki lebih dari 90% sahabat dengan ekonomi di atas rata-rata alias anak-anak borju. Saya pernah merasa bahwa saya ‘termiskin’, ‘terburuk’, ‘tertidakberuntung’ dan ter-ter lainnya.
Bersyukur, hanya sebentar saya merasakan hal itu!
Di masa-masa sulit itu, saya yang masih remaja terus meningkatkan kekuatan diri menghadapi berbagai kesulitan hidup. Saya bertekad, masa depan saya pasti akan lebih baik, bahkan jauh lebih baik. Mulailah saya berpetualang dengan hidup saya, dengan cara saya! Mulailah saya memandu masa depan saya dengan cara saya sendiri.
Salah satu hal yang membuat saya bangkit dari keterpurukan adalah RASA SYUKUR. Saya pahami, siapapun orangnya, darimanapun asalnya, sekaya apapun dia, seberuntung apapun orang itu tetap akan merasa menjadi orang ‘terburuk’ jika di hatinya tidak ada rasa syukur. Saya mulai menyukuri hal-hal kecil yang saya miliki. Saya bersyukur karena saya memiliki banyak sahabat yang mengetahui siapa saya dan mereka tidak mempermasalahkannya, saya bersyukur memiliki adik yang sangat kompak dengan saya, saya bersyukur masih bisa melihat senyuman bapak walau sakitnya sedemikian parah, saya bersyukur masih bisa sekolah walau biaya sekolah berasal dari hutang, saya bersyukur memiliki rumah untuk berteduh walaupun tidak bisa dibilang bagus, saya bersyukur bisa mendapatkan tambahan uang dari menulis walau nilainya tidak seberapa, dan banyak syukur yang saya hadiahkan untuk diri saya sendiri, tentu syukur yang saya panjatkan pada Allah SWT. Lambat laun, perasaan ketidakberuntungan saya berganti dengan perasaan-perasaan positif dalam hidup saya dan harus saya akui perasaan itu yang mempermudah saya mencapai apapun yang saya inginkan.
Setelah memenuhi diri dengan rasa syukur, saya mulai MENATA MIMPI masa depan saya. Ada 101 keinginan dalam hidup yang saya tulis dalam buku harian masa remaja saya. Mulai dari berapa gaji yang saya inginkan kelak, tipe rumah impian, jumlah mobil yang ingin saya miliki, karir yang akan saya raih, jumlah anak di masa depan, bahkan hal-hal besar yang pada saat menulisnya saya sempat berpikir, “memang saya bisa meraihnya?” tapi pertanyaan itu saya tendang dengan kata-kata ajaib, “YA, SAYA PASTI BISA!”. Masa depan saya berawal dari sana! 101 keinginan itu memandu saya melangkah dengan pasti dari satu langkah ke langkah lainnya. Tahun demi tahun saya lalui dengan menata mimpi, menata langkah, dan menata masa depan. Tanpa saya sadari ketika saya membuka kembali catatan itu, saya mulai mencapainya. Saya berhasil mendapatkan gaji, jabatan, karir, dan keinginan-keinginan saya tanpa saya sadari. Ketika saya mulai menyadari hal itu, saya mulai menchecklist mimpi yang sudah tercapai dan melanjutkan menata langkah untuk mencapai mimpi lainnya.
Well, saya tidak akan berpanjanglebar lagi tentang saya. Inti dari tulisan ini adalah bahwa dengan limpahan rasa syukur yang dimiliki dalam hidup akan membuka peluang baik pada masa depan.
Rasa syukur membuat mental kita bergerak ke arah yang positif. Jika secara materi Anda tidak kaya, tapi kekayaan hati Anda membuat Anda merasa lebih nyaman, jika secara IQ Anda bukanlah orang yang pintar tapi kestabilan syukur membuat EQ Anda memenuhi seluruh jiwa. Dengan kata lain rasa syukur mampu memancarkan energi-energi positif dalam pikiran sehingga dapat menarik kelebihan-kelebihan dalam diri dan mengabaikan kekurangan-kekurangan dalam hidup Anda.
Rasa syukur menjadi salah satu bukti dan bentuk terima kasih kepada Allah SWT karena sudah memberikan keluarga, keadaan, nafas, fisik, pikiran, dan segala sesuatu yang ada dalam hidup Anda tanpa keluh kesah. Dan, inilah umat yang Allah cintai. Hidup tanpa keluh kesah namun dengan reaksi positif menanggapi segala persoalan dalam hidupnya.
Kebanyakan dari manusia merasa pesimis pada masa depannya ketika dia menyadari bahwa kenyataan yang dialami saat ini jauh dari apa yang dia inginkan. Orang miskin berpikir bahwa hingga ketujuh turunannya akan tetap miskin, orang bodoh menganggap kebodohannya adalah penyakit turun temurun, orang cacat berpikir kecacatannya akan menghambat hidupnya sampai kapanpun, dan berbagai persoalan manusia yang kadang dianggap dapat memutus masa depan yang lebih gemilang. Padahal, jika saja semua orang pandai melihat tanah dibandingkan langit, melihat persoalan orang lain dibandingkan menangisi persoalan dirinya maka dia akan takjub pada diri sendiri dan menyadari bahwa dirinya lebih beruntung dibandingkan yang lainnya. Jika saja yang dilihat oleh semua manusia adalah sisi positif bukan sisi negatifnya semata, maka manusia akan takjub pada dirinya sendiri bahwa begitu banyak yang harus disyukuri dibandingkan ditangisi.
Manusia harus percaya dan lagi-lagi harus menyakini bahwa “dibalik kesulitan ada kemudahan, dibalik masalah ada makna tersembunyi”. Klise memang, tapi itulah yang sebetulnya terjadi pada manusia. Jika manusia bisa memanfaatkan kesulitannya ke arah yang positif, niscaya dia akan mendapatkan banyak kemudahan-kemudahan di masa depannya!
Lantas, apa yang harus kita lakukan untuk melimpahi hidup kita dengan rasa syukur untuk kemudian mendapatkan buah manis darinya?
1. Lihatlah sesuatu dari sisi positif
Lihatlah tangan kiri Anda jika Anda tidak memiliki tangan kanan, syukuri sepeda Anda jika Anda tak punya motor, berbahagialah dengan adik Anda yang baik jika Anda jengkel dengan kakak Anda yang menyebalkan, tersenyumlah pada kekayaan batin Anda walau Anda ‘belum’ memiliki kekayaan harta.
2. Menyakini masa depan Anda akan jauh lebih sempurna
Jika Anda yakin, maka Anda bisa. Jika Anda menganggap masa depan Anda akan sekelam masa sekarang, percayalah begitulah keadaaannya kelak. Begitu pun jika Anda percaya masa depan Anda akan begitu indah dan sempurna, maka Anda akan mendapatkannya. Nah, semua kembali pada keyakinan Anda.
3. Fokus pada penajaman kelebihan Anda
Tidak ada manusia yang diciptakan sia-sia! Anda, saya, dan manusia manapun dimanapun lahir kedunia dengan satu tujuan yaitu BERGUNA. Oleh karena itu manusia harus benar-benar berguna dengan memokuskan diri pada kelebihannya bukan menangisi kekurangannya.
4. Lihatlah orang lain yang kurang beruntung dari Anda
Jika Anda sudah patah arang dengan diri Anda, akan lebih tersiksa jika Anda membandingkan Anda dengan orang ‘di atas’ Anda. Kalau sudah begini akan sangat bijak jika Anda mulai melihat ke tanah, dan berhenti melihat langit. Lihatlah orang yang kurang beruntung dibandingkan Anda. Dengan begitu Anda akan menyadari bahwa Anda terlahir lebih istimewa.
5. Beri penghargaan untuk diri Anda
Berilah penghargaan pada diri Anda jika Anda berhasil melakukan sesuatu yang positif. Misalnya saja, Anda sudah berhasil berlari sejauh 2 km padahal biasanya Anda hanya mampu 1 km. Penghargaan-penghargaan kecil untuk diri Anda sendiri, akan mampu mendorong motivasi Anda untuk mencapai hal-hal lainnya. Tentu ini juga akan semakin menyempurnakan rasa syukur Anda.
6. Miliki peta masa depan
Jika Anda sudah memiliki blueprint masa depan, maka sudah pasti langkah Anda akan lebih tertata dan terarah. Kalau sudah terarah dan tertata maka satu persatu impian Anda akan terwujud dan kalau begitu, biarpun impian kecil yang teraih, rasa syukur Anda akan bertambah dan terus bertambah.
Nah, selamat melimpahi hidup Anda dengan rasa syukur!


1 comment:

nurul said...

bersyukur...bersyukur...dan selalu bersyukur. itu kuncinya! seperti yang tersurat dalam kalam Quran surah Ar-Rahman... "...maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan..."
sekecil apapun, sebesar apapun...wajib disyukuri!
hehehe... teteh, ikut nge-link yah ke post inih... so inspiring soale... :)