26 September 2006

Menjadi Ibu yang Cerdas

Tingkat kecerdasan seseorang ditentukan oleh kromosom yang berasal dari ibu
(Dr. Ben Hamel)

Entah untuk keberapa kalinya aku mendengar mengenai pendapat bahwa anak yang dilahirkan itu memiliki tingkat kecerdasan yang ditentukan oleh Ibunya. Bahkan seorang sahabat mengatakan jika seorang pria menikahi perempuan yang lebih cerdas daripadanya maka anak yang mereka miliki memiliki potensi jenius..wuuuiiih, jangan ngiri ya pria-pria yang baca tulisan ini kalo ternyata jadi perempuan cerdas itu lebih banyak manfaatnya dibandingkan pria cerdas..cieee…
Tapi apakah menjadi ibu yang cerdas itu apakah karena IQ yang dimilikinya memang di atas rata-rata? Kayaknya sih nggak juga kali, karena IQ itu kan emang pembawaan sejak lahir jadi bukan berarti si IQ rata-rata nggak bisa jadi cerdas.
Cerdas di sini, barangkali menurutku adalah ketika seseorang bisa memanfaatkan secara maksimal apa yang dimilikinya sejak lahir demi pencapaian yang optimal. IQ rata-rata nggak masalah ketika I IQ itu nggak dibiarin begitu saja melainkan terus diasah, diolah, dipertajam melalui berbagai hal yang menunjang kemajuan IQ secara signifikan.
Membaca merupakan salah satu cara menuju kecerdasan diri dengan cara yang paling sederhana selain kemudian mempraktekkan pengetahuan dalam kehidupan nyata sehingga pengetahuan dan tindakan yang berjalan beriringan akan membuat seseorang menjadi seimbang dalam hidupnya.
Hobi membaca di kala hamil juga bisa membuat si jabang bayi terbawa cerdas, selain juga ketika si jabang bayi di sodori lagu-lagu klasik yang asik. Terakhir, bagiku, yang tentu saja –kelak menjadi calon ibu- menjadi perempuan cerdas adalah keharusan, bukan hanya untuk mengaplikasikannya dalam mendidik anak, mendampingi suami, tetapi juga menjadi perempuan cerdas membuat langkah diri tidak akan berhenti oleh hanya satu kesulitan demi kesulitan. Perempuan cerdas adalah perempuan yang memiliki banyak solusi dalam hidupnya. Dan untuk pembaca perempuan di sini, selamat menjadi perempuan sekaligus Ibu yang cerdas!

Bandung, 24 September 2006

No comments: