26 August 2006

Meloncat dari Masa lalu ke masa depan

Bagaimana seseorang menguasai nasibnya adalah lebih penting daripada apa nasibnya itu

Wilhelm Von Humboldt

Kehidupan berputar seperti roda. Kadang kita berada di atas kadang kita berada di bawah dan untuk kedua keadaan itu kita harus dapat menerimanya dengan lapang dada. Ketika roda itu berada di bawah, nafas terseok-seok, tenaga hampir tak tersisa karena kekecewaan, maka kehidupan itu tetap harus kita lewati dengan penuh semangat walau persediaan energi terus menipis untuk melanjutkan perjalanan menuju roda di atas. Seperti pepatah, “habis gelap terbitlah terang.” Maka tidak ada kehidupan yang selalu berada dalam kegelapan.

Kehidupan di dunia berarti menerima apa yang terjadi dalam hidup kita. Berbaur sekaligus dengan masa lalu,. Masa sekarang, dan masa yang akan datang. Ketika mengingat masa lalu berarti terbuka pada masa kesakitan. Kita tidak tinggal di masa lalu dan tidak ingin sakit karena mengingatnya jadi meloncatlah dari masa lalu, biarkan dia ada di pikiran kita tanpa melukai masa depan.

Kita membutuhkan beberapa loncatan hingga akhirnya bisa mencapai buah di atas pohon

No comments: