26 February 2006

NIKMATI yang diberi

"Ya Allah, berkahilah rizqi yang Engkau rizqikan kepada kami, dan peliharalah kami dari siksa neraka."

Allah memberi kita nikmat Iman dan nikmat Islam. Dengan keimanan manusia menjadi hamba Allah yang hanya tunduk patuh kepada-Nya. Dengan keimanan ini, manusia berhati-hati menempuh jalan kehidupan di muka bumi. Selalu berbuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan berusaha sekuat tenaga menghindari dosa dan kemaksiatan karena semua harus dipertanggungjawabkan kelak. Namun, yang terjadi banyak manusia smbong kepada Allah ketika apa yang diberikan-Nya terasa sempurna dalam diri sehingga petunjuk dan pengarahan Allah diabaikan sama sekali. Alalh juga menganugerahkan kita nikmat Islam dimana di sana terdapat panduan agar jalan kita lurus diridhaiNya, sejak di dunia hingga di akherat. Islam mengandung aspek-aspek sangat lengkap, menyangkut semua bidang kehidupan, baik yang bersifat rohaniah maupun jasmaniah. Baik bersifat ritual maupun social. Dienul Islam telah menyertakan petunjuk untuk manusia, agar hidup benar, terarah, disiplin, dan berdaya hasil.
Mengingat Allah pada setiap nikmat adalah kewajiban, bersyukur kepada Allah saat memanfaatkan nikmat-nikmatNya dank arena selain kedua nikamat tersebut Alah telah melengkapi hidup kita dengan akal pikiran sehingga kita bisa menemukan setiap jalan bagi kebuntuan.
"Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman tenteram, rezekinya melimpah ruah datang dari berbagai tempat, tetapi (penduduknya) mengingkari nikmat Allah, maka Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan disebabkan oleh perbuatan mereka itu." (QS. An-Nahl 112)
Doaku dan doamu, “ Allahku, batas kepuasanku memang tak berbatas. Namun, jangan pernah biarkan aku tenggelam dalam ketidakpuasan lantas lupa pada segala sesuatu yang Engkau beri dan sudah seharusnya aku syukuri. Aku ingin menikmati semuanya dengan rasa syukur. “

Bandung, 25 Februari 2006

No comments: