27 January 2006

Fleksibel, Kreatif, dan Inovasi

Ini merupakan salah satu point yang saya ambil dari seminar Hermawan Kartajaya.
Fleksibel, Kreatif, dan Inovasi merupakan tiga hal penting dalam memenangkan persaingan di dunia pemasaran. Tapi bagi saya, sebenarnya tiga hal itu bukan hanya penting di dunia pemasaran tapi juga penting untuk direalisasikan dalam beberapa hal lainnya.
Saya rasa menjadi manusia yang fleksibel itu penting! Kenapa? Sebab zaman terus berubah, keadaan berubah dengan cepat, dan perubahan ada di mana-mana, di setiap lini kehidupan. Lantas, jika kita tidak fleksibel dalam menyikapi perubahan maka kita akan tertinggal. Pernah dengar pepatah, “sebenarnya yang paling abadi di dunia ini adalah perubahan” ? saya setuju dengan pepatah itu. Walau adaptasi untuk mensiasati perubahan itu harus pula kita pikirkan dampaknya. Kita diberikan pilihan ya dan tidak dalam hidup, tapi kita tidak punya pilihan ‘ragu-ragu’ jadi, ketika perubahan terjadi pilihan kita hanya dua ikut atau tidak. Sikap yang fleksibel akan mampu menilai perubahan dengan lebih jernih. Mungkin ya, kita tidak perlu menanggapi segala perubahan dengan serius, tapi ya, jika kita menanggapi dengan kacamata yang lebih jernih. Apa yang akan kita lakukan ketika perubahan terjadi? Dan mari kita bersikap fleksibel menghadapinya!
Saya rasa menjadi manusia yang kraetif itu penting! Kenapa? Seorang sahabat di sebuah emailnya mengatakan pada saya bahwa orang-orang yang kreatif itu tidak akan mampu mencapai posisi puncak dalam perusahaan walau ‘pada awalnya’ dibutuhkan oleh perusahaan, khususnya perusahaan “star-up”. Tapi saya menyakini, sangat menyakini bahwa proses kreatif sangat penting di perusahaan manapun, sebesar apapun. Bukankah untuk mengiklankan perusahaan yang walaupun skala dinosaurauspun memerlukan pemikiran kreatif? Proses kreatif barangkali bukan hanya pada program kerja yang kreatif tapi pada semua lini perusahaan. Well ya, kita harus juga memilih dan memilah supaya ke-kreatifan tidak membuat perusahaan semakin tersungkur. Tapi saya yakin, bahwa kita harus tetap berpikir kreatif agar akhirnya bisa menentukan ‘mana yang terbaik’ untuk dilanjutkan. Kenapa harus takut gagal jika kita masih punya cadangan pikiran dan otak untuk berpikir kreatif?
Saya rasa menjadi manusia yang ber-inovasi itu penting! Kenapa? Saya bertukar pikiran dengan seorang pemimpin penerbitan di Bandung. Saya bertanya, “Apa yang membuat buku itu bisa menjadi best seller?” dan jawabannya hanya satu, “BEDA!” ya, buku itu harus berbeda dengan buku-buku yang lainnya, buku-buku kebanyakan. Kenapa Harry Potter laris? Sebab buku itu memang beda! Kenapa Ayu Utami langsung melesat? Sebab tulisannya berbeda! Dan pertanyaan terakhir, “Apa yang bisa membuat buku itu beda?” jawaban saya cuman satu, “Buku itu lahir dari INOVASI penulisnya!”
Lalu, apa yang ada di benak Anda mengenai tiga hal itu? Silahkan Anda mengurai dalam versi yang sudah Anda pikirkan!

Bandung, 26 Januari 2006

No comments: