21 December 2005

Berbahagialah walau kamu melakukan KESALAHAN

Kamu hanya tak akan pernah melakukan kesalahan ketika kamu memang tidak melakukan apa-apa.

Seseorang meratapi kenyataan bahwa Allah tidak mengirimkan sinyal-sinyal untuk meluruskan jalannya sehingga akhirnya dia melakukan kesalahan yang fatal dan membuatnya bersedih. Kenapa sih harus menyalahkan Allah? Padahal sebenarnya Allah selalu berkomunikasi denganmu dan salah satu bentuk komunikasi yang dilakukan Allah adalah melalui kesalahan yang kamu lakukan.
Kesalahan merupakan umpan balik tentang bagaimana kita melakukan sesuatu. Orang sukses telah melakukan banyak kesalahan dibandingkan pecundang. Inilah yang menjadikan merka sukses. Mereka memperoleh banyak umpan balik sementara mereka terus mencoba banyak kemungkinan. Satu-satunya masalah bagi para pecundang adalah mereka menganggap kesalahan sebagai peristiwa yang dasyat dan tidak mengetahui sisi positif kesalahan mereka.
Kita sebenarnya akan lebih banyak belajar ketika kita melakukan kesalahan dibandingkan melakukan banyak hal yang benar. Di kala kita melakukan kesalahan, kita akan merenung, menganalisa, menata kembali, dan merencanakan strategi baru. Ketika kita berhasil, kita hanya merayakannya, dan belajar sedikit sekali! Inilah salah satu alasan kita harus berbahagia walau telah melakukan kesalahan.
Kisah Thomas Alfa Edison sudah melegenda. Si penemu bola lampu itu berkali-kali melakukan kesalahan. Dengan sikap yang sehat dalam menyambut berbagai kesalahan akhirnya Edison memberi sumbangan kepada dunia, sumbangan yang tidak tertandingi oleh siapa pun sepanjang sejarah.
Werner Von Braun telah melakukan 65.121 kali kesalahan dalam menciptakan roket yang oleh jerman diharapkan bisa meluluhkan London. Ia mengatakan "Dibutuhkan 65.000 kali kesalahan agar Anda bisa memenuhi syarat sebagai pembuat sebuah roket. Rusia sudah melakukan 30.000 kesalahan sejauh ini. Amerika belum sama sekali." Maka di akhir perang dunia II, jerman menghantam musuh-musuh mereka dengan rudal balistik buatan von Braun.

No comments: