21 December 2005

Berbahagialah ketika kamu BERMASALAH

Dengan memiliki keyakinan, keuletan dan keberanian, maka tak ada yang tidak berhasil dilakukan di dunia
Seiring dengan pertumbuhan dan kedewasaan, kamu akan dihinggapi berbagai masalah. Belum selesai masalah yang satu kamu akan dihadapi pada masalah yang lain. Bahkan berjubel masalh datang dalam satu waktu. Ugh, menyebalkan! Sebagian memang banyak yang tidak mengira bahwa masalah bisa datang dari beragam sudut. Bahkan masalah yang dianggap msepele, bisa saja jadi meledak-ledak. Padahal sebenarnya bukan masalah lho yang membuatnya tampak berat, tapi cara kamu memandang masalah itulah yang membuatnya bisa menjadi kecil atau besar. Cara menangani masalah itu bakal membuat perbedaan besar atas kebahagiaanmu di masa mendatang.
Sayangnya, banyak keputusan salah yang dilakukan dalam menyingkapi masalah. Kita seringkali menarik kesimpulan, menentukan pilihan yang tampak paling nyata, atau malah hanya menunggu durian runtuh.
Banyak orang yang melihat permasalahan secara hitam putih. Misalnya saja, orangtuamu memarahimu karena kamu telat pulang sekolah; kamu jadi berpikir mereka kolot dan tidak bisa mentolerir kesalahan. Sahabatmu membocorkan rahasiamu pada teman-teman yang lain, lantas kamu membocorkan rahasianya kepada orang lain. Kamu merasa frustasi karena putus cinta. Lantas kamu mengkonsumsi drugs karena menurut teman-temanmu itu dapat menghilangkan bebanmu.Pada tiap-tiap masalah tersebut sebenarnya terdapat banyak pilihan sebagai solusi. Tapi, sayangnya keputusan dibuat secara terburu-buru atau dalam keadaan labil.
Beberapa cara praktis menghadapi masalah bisa kamu lakukan untuk meminimalisasi melakukan keputusan yang slaah :
Sisihkan beberapa saat waktu untuk merenungkan suatu masalah bakal menghindarkanmu dari bertindak emosional. Suatu keputusan yang dibuat terburu-buru sering menimbulkan masalah lain, jadi sebelum bertindak, ketahuilah dulu pangkal masalah tersebut.
Pikirkan juga pilihan-pilihan yang bisa kamu lakukan dalam menyelesaikan masalah tersebut. Timbanglah untung dan ruginya ketika pilihan-pilihan itu akan kamu lakukan.
Setelah memilih opsi penyelesaian, kamu harus memutuskan secara tepat apa rencanamu selanjutnya.
Nah, sekarang mari kita lihat masalah-masalah yang dihadapi beserta penyelesaiannya.
Masalah 1
orangtuamu memarahimu karena kamu telat pulang sekolah; kamu jadi berpikir mereka kolot dan tidak bisa mentolerir kesalahan.
Apakah memang orangtuamu kolot dan tidak bisa mentolerir kesalahan?
Letak kesalahan adalah sebenarnya kamu tidak mengatakan dan meminta izin kepada mereka untuk pulang telat karena menemani temanmu membeli peralatan sekolah baru. Buat kamu melakukan itu bukanlah sesuatu yang buruk, tapi karena tidak meminta izin, tentu saja ini membuat orangtuamu khawatir. Nah, untuk kemudian kamu harus menyadari letak kesalahanmu dan mencoba berdamai dengan orangtuamu. Wajar kan mereka khawatir?
Masalah 2
Sahabatmu membocorkan rahasiamu pada teman-teman yang lain, lantas kamu membocorkan rahasianya kepada orang lain.
Kenapa kamu membalas air tuba dengan air tuba?
Solusi yang ditawarkan :
Tanyakan kepada sahabatmu apa alasannya membocorkan rahasiamu.
Biarkan dia mengemukakan pendapatnya atas apa yang btelah dilakukan. Mungkin saja dia tidak sengaja melakukan itu karena keceplosan ketika sedang asyik-asyiknya mengobrol. Atau malah dengan sengaja membocorkannya karena pernah merasa sakit hati padamu.
Analisa apapun jawaban yang dilakukan. Jika masih bisa memperbaiki persahabatan, perbaikilah. Jika tidak, maka mulailah menjaga jarak.
Membocorkan rahasianya kepada orang lain adalah tindakan balas dendam yang kurang bijaksana. Dan ini akan membuat masalah semakin menyulut.
Mintalah padanya untuk tidak mengulangi hal itu, baik terhadapmu atau orang lain.

Masalah 3
Kamu merasa frustasi karena putus cinta. Lantas kamu mengkonsumsi drugs karena menurut teman-temanmu itu dapat menghilangkan bebanmu.
Apakah nge-drugs memang penyelesaian masalah?
Solusi yang ditawarkan :
Bahwa drugs hanya melupakan sejenak masalahmu bukan menjadi penyelesaian masaah. Ketika kamu sadar dari pengaruh obat, maka kamu akan lebih merasa tertekan dan kembali menggunakan drgs sebagai jalan keluar. Begitu seterusnya, hingga akhirnya kamu menjadi ketergantungan
Coba cermati lagi apa penyebab perpisahanmu. Dimana letak kesalahannya dan akar masalahnya.
Ketika kamu menemukannya, kamu tanya lagi pada dirimu apakah semua itu bisa diperbaiki atau tidak.
Apakah perpisahan memang jalan terbaik untuk kalian. Untuk apa menjalin cinta jika manfaat apapun tidak kamu dapatkan? Mulailah berhitung kembali manfaat dan mudarat dari jalinan cinta yang kamu bina
Sadarilah bahwa dimana ada pertemuan, ada pula perpisahan. Dan keduanya haruslah mendatangkan kebahagiaan untukmu. Allah tahu yang terbaik untuk umat-Nya!

No comments: