21 December 2005

Berbahagia walau ORANGTUAMU BERMASALAH

Jangan khawatir dengan banyaknya masalah, tetapi janganlah mencari-cari masalah

Apakah hubunganmu dengan orangtuamu berjalan baik? Apakah mereka orang baik di matamu? Atau justru merekalah yang lebih bermasalah dibandingkan dirimu. Ayah yang pengangguran dan pemabuk, perceraian yang tidak terelakkan, ibu yang gemar memaki. Hum, bagi kebanyakan remaja, bergaul dengan orang tua memang merupakan suatu masalah apalagi ketika mereka sendirilah yang merupakan sumber dari masalah. Masalah yang datang dari mereka membuatmu frustasi, tindakan kurang bjaksana dalam mendidikmu, perlakuan kasar yang tidak manusiawi, ,pertengkaran yang tidak berujung diantara keduanya. Sebagian dari remaja itu memutuskan untuk menjadikan masalah-masalah itu sebagai pembenaran atas sikap 'kacau' mereka. Bahkan sebagian lain mengatakan sudah tidak tahan tinggal dirumah dan ingin segera keluar dari sana sebagai penyelesaian masalah.
Kisah desi
Desi berusia 16 tahun. Ayahnya pergi meninggalkan ibunya ketika dia masih berusia 5 bulan karena kepincut wanita lain. Sejak itu dia tidak mengenal siapa ayahnya, bahkan ibunya sering mengatakan bahwa dia tidak perlu mengharapkan ayahnya kembali, bagi ibu ayahnya sudah lama mati. Namun, Desi pun tidak tahan dengan tindakan-tindakan kurang bijaksana yang dilakukan ibunya dalam membesarkan dirinya. Ibunya sering berlaku kasar ketika marah. Sehingga itu membuat Desi semakin ingin mengetahui alasan kenapa ayahnya pergi meninggalkan mereka. Suatu hari, ayahnya datang. Terjadi pertengakaran hebat di antara orangtuanya itu. Ketika itu dia melihat ibunya menampar ayahnya dan Desi melihat bahwa ayahnya merupakan orang yang cukup sabar. Desi mengira-ngira kepergian ayahnya disebabkan oleh tindakan-tindakan kasar ibunya. Sejak itu dia membenci keduanya. Membenci ibunya karena tindakannya, dan membenci ayahnya karena meninggalkannya. Dan Desi berpikir untuk meninggalkan rumah.
Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. manusia seringkali melakukan kesalahan baik yang disengaja atau pun tidak. Pahamilah, begitu juga dengan kedua orangtuamu. Mereka adalah manusia biasa. Kamu hanya bisa berdamai dengan mereka ketika kamu memahami alasan mengapa mereka melakukan ini dan itu. Bersikap frontal tidak akan menyelesaikan masalah, justru akan membuat jurang semakin curam.
Seiring pertumbuhan kedewasaanmu, kamu sudah seharusnya menilai segala sesuatu dari dua sisi. Positif dan negative. Ambil saja hal-hal yang positif dan buang saja hal-hal yang negative.
Kamu tidak perlu berharap bahwa semua orang bisa kamu jadikan teladan dalam hidupmu. Kamu hanya perlu memaklumi kesalahan yang terjadi, bercermin diri, dan melakukan yang terbaik untuk masa depanmu. Masa depanmu adalah tanggungjawabmu, lakukan yang terbaik! Berbahagialah walau orangtuamu bermasalah. Terimalah kondisi keluargamu apa adanya, pahamilah semua orang punya pilihan dalam hidupnya, termasuk orangtuamu dan juga kamu!
Orangtuamu sesungguhnya memiliki lebih banyak pengalaman yang perlu kamu pelajari, dan ngga semua pengalaman tersebut menyenangkan. Jika mereka mengingat kekecewaan yang mereka rasakan dan kesalahan yang mereka buat mungkin membuat mereka sakit hati. Ada dua sikap yang akan mereka tunjukkan karena itu. Pertama, trauma akan membuat mereka melakukan hal yang lebih baik dan menginginkan kamu lebih baik. Kedua, mereka memilih untuk terus larut dalam pengalaman itu sehingga sikap yang ditunjukkan tidak jauh-jauh dari peristiwa yang pernah mereka alami. Well, apapun itu, cobalah untuk tetap berbahagia dengan siapapun mereka!

No comments: