10 October 2005

Hidup kita sudah di setting Tuhan

Menarik sekali perbincangan saya dengan sahabat tadi sore melalui chating. Setelah beberapa lama tidak berjumpa dengannya, kali ini sahabat saya sudah beralih profesi dari murid kelas yoga menjadi guru kelas yoga di Jakarta. Good!
Perbincangan diawali dengan tema menulis. Kemudian akhirnya kami terlibat obrolan seru mengenai hidup. Beliau menyatakan bahwa hidup manusia itu sudah disetting oleh Tuhan sebelum dilahirkan. Lantas kita hanya sebagai pelaksana dari settingan tersebut. Oow! Saya terheran-heran sejenak dengan ungkapannya. Pikir saya, jika begitu sebagai manusia, apapun yang kita lakukan tetap tidak akan mengubah settingan tersebut. Tapi kemudian dia menambahkan bahwa untuk 'nego' jalan hidup dengan Tuhan mengenai settingan yang tak kita inginkan maka kita punya senjata yaitu "DOA"
Tuhan sangat fleksibel dengan umat-Nya walau sudah memiliki lay out hidup satu per satu umat. Ketika kita sudah memanjatkan doa maka Tuhan bisa saja merubah settingan sesuai dengan keinginan kita. Karena itu ketika kita berdoa maka detail keinginan kita harus disampaikan. Misalnya, jika kita meminta jodoh maka berikan ciri secara spesifik jodoh seperti apa yang kita inginkan.Jika kita ingin memiliki sesuatu maka sebutkan secara terinci apa yang kita inginkan itu. Begitulah ungkapan yang katanya secara subyektif sahabat lontarkan. Well…bagaimana menurut Anda?

(Yogyakarta, 7 Oktober 2005)

No comments: