07 October 2005

BBM Naik?! Yuk, tetap berpikir positif!

Dalam SMS yang masuk ke nomor saya, pasti juga ke nomor pembaca semua, dari DEP.KOMINDO berbunyi, " BBM terpaksa dinaikkan, agar subsidi dapat dialihkan dari orang kaya kepada rakyat miskin. Bantu dan awasi SUBSIDI TUNAI kepada rakyat miskin. Terima kasih"
BBM naik?!semua menjerit! Bukan hanya rakyat sesungguhnya, Negara pun menjerit. Hanya orang-orang 'pemanfaat situasi' yang menjadikan kondisi ini menjadi lahan korupsi. Contohnya, penimbunan BBM, kenaikan harga yang gila-gilaan, de es be.
Saya pikir kenaikan ini bisa menjadi wajar ketika kita mengetahui kondisi Negara kita yang 'hampir bangkrut' tidak perlu menyalahkan SBY karena dianggap membuat kerumitan di Negara kita. Adalah lebih baik kita memang mengambil hal-hal positif dari setiap peristiwa. Beberapa hal positif yang bisa saya uraikan sebagai orang yang awam di dunia politik adalah :
Pertama, Pemberantasan korupsi mulai dilakukan tanpa pandang bulu. Anda boleh mencatat berapa banyak orang-orang 'besar' akhirnya harus berhadapan dengan jeruji. Anda boleh mencatatnya!
Kedua, Adanya SMS yang bisa langsung menyampaikan aspirasi masyarakat kepada Presiden. Wah, kapan lagi kita bisa begitu? Jangan bayangkan hal yang jelek-jelek dulu akibat SMS langsung ini, bayangkan saja berapa banyak hal positif yang bisa diambil karena ini.
Ketiga, Adanya pemberitahuan resmi dari bagian-bagian yang berkepentingan sebagai penyalur aspirasi rakyat seperti misalnya SMS-SMS yang menghimbau, mengajak, dan melaporkan sesuatu yang penting untuk diketahui masyarakat. Ya, seperti SMS DEP.KOMINDO, atau beberapa waktu lalu kita dapat SMS dari Presiden_RI mengenai himbauan untuk tidak menggunakan NARKOBA..weleh..weleh..ini gebrakan baru yang seharusnya kita bangga dong. Ini terbukti bahwa sesungguhnya Presiden kita sudah mengajak langsung rakyat kecil untuk melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan.
Keempat, Memang sungguh tragis keadaan kita ketika SBY naik maka segala kesulitan mulai terlihat jelas. Padahal sebenarnya karena kepentingan 'tikus-tikus manusia' kita sejak lama sulit. Hanya saja kita dininabobokan dengan hutang-hutang Negara seolah-olah Negara masih memiliki kondisi stabil. Positifnya, sebelum kita tidur beneran karena dininabobokan, SBY mulai menyingsingkan baju dan membuat banyak penertiban di mana-mana. Mudah-mudahan penertiban ini tidak dimanfaatkan banyak pihak yang rakus dan tamak. Dan Indonesia kita bisa stabil 'beneran'
Kelima, Sesungguhnya banyak lho hal positif yang bisa kita ambil dari pemerintahan SBY (Bahkan semua hal positif bisa kita ambil dimana-mana. Lupakanlah pikiran-pikiran negatif!) Jangan takut untuk tetap bertahan di kondisi ini. Kita adalah manusia yang diberikan akal dan pikiran sehingga jika kita memaksimalkan kemampuan yang dimiliki, kita dapat terus bertahan di segala kondisi. Ayo, tetap berjuang!Sekali lagi, ambil hal positif dan buang hal negatif!

(Yogyakarta, 5 Oktober 2005)

No comments: