18 May 2005

Ketika Seks Menjadi Simbol Pergaulan Remaja

Ketika Seks Menjadi Simbol Pergaulan Remaja

Apa yang yang anda bayangkan mengenai Seks? dan apa yang anda kemukakan jika saya bilang bahwa Seks kini menjadi simbol pergaulan remaja? Lalu apa yang terlintas dalam pikiran anda jika anda memiliki teman yang memang menganggap seks adalah pergaulan atau bahkan anda sendiri turut didalamnya?

Coba anda runut bagaimana asal muasal seks yang begitu tabu diperbincangkan oleh orang tua kita kini malah menjadi perbincangan menarik diantara remaja sekarang, menjadi ‘hot gosip’ yang pantas dibicarakan, dan menjadi tontonan umum yang bisa disimak oleh berbagai kalangan usia.

Coba anda lihat tayangan film-film yang berlabel “17+” di layar televisi kini bebas disimak oleh remaja berusia dibawah 17 tahun bahkan liputan-liputan mengenai prostitusi ternyata ternyata berisi mengenai para remaja yang berprofesi menjual diri dan tak pelak free seks yang dianut remaja menjadi sumber berita yang layak dikemas secara menarik.

Ternyata free Seks yang sekarang berkembang di kalangan remaja memang bukan hanya milik remaja yang memang mengais untung dari profesi jual dirinya terlebih ABG merupakan produk yang paling disukai oleh laki-laki hidung belang, tapi dengan berbagai alasan yang tidak masuk akal mereka pun melakukan seks bebas dengan lelaki yang disukainya. Cinta menjadi salah satu alasan yang paling utama dikemukakan oleh remaja.

Ini merupakan sebuah kenyataan yang memang harus kita terima, apalagi banyak penelitian yang sudah dilakukan dan nyaris mengambil kesimpulan yang sama bahwa jumlah remaja yang melakukan seks bebas semakin tinggi setiap tahunnya. Setiap tahun sejak terjadinya krismon, sekitar 150,000 anak di bawah usia 18 tahun menjadi pekerja seks. Sementara itu, menurut seorang ahli, setengah dari pekerja seks of Indonesia berusia of bawah 18 tahun, sedangkan 50,000 of antaranya belum mencapai usia 16 tahun.

Namun terlepas dari apapun alasan yang diberikan namun seks bebas merupakan aktivitas yang mengandung resiko sangat tinggi. Berganti-ganti pasangan dalam melakukan hubungan seks dimulai dari terkena penyakit menular seksual, kehamilan yang tidak diinginkan, kekerasan bahkan ancaman dari pelanggan, sampai terkena virus HIV.

Seks bebas pun bukan satu hal dengan mudah dapat ditinggalkan karena perlu usaha dan niat yang sangat keras untuk meninggalkan aktivitas yang dianggap paling mudah mendapatkan uang dan terpuaskan keinginan seksnya.

Namun bukan berarti tidak ada kata maaf bagi remaja yang melakukan seks bebas dan tidak ada jalan keluar bagi kepahitan ini. Banyak orang yang peduli dengan keprihatinan ini, salah satunya adalah dengan upaya dari semua pihak untuk memberikan fasilitas dan konsultasi bagi remaja bukan hanya mencerca dan mengecam apa yang mereka lakukan. Bersikaplah terbuka dengan berbagai informasi yang ada mengenai remaja, untuk kondisi labil mereka adalah sangat mungkin mereka dapat diarahkan kembali ke jalan yang lurus.

Memang wajar jika pada usia remaja anda memiliki hasrat seks yang tinggi, namun penyaluran yang harus anda lakukan adalah buka berarti diwajarkan untuk mencoba seks itu sendiri. Namun penyaluran yang bernilai positif lebih dihargai.

Istilah seksualitas menyangkut berbagai dimensi yang sangat luas. Di antaranya adalah dimensi biologis, psikologis, sosial, perilaku, dan kultural. Dilihat dari dimensi biologis, seksualitas berkaitan dengan organ reproduksi dan alat kelamin. Termasuk di dalamnya adalah bagaimana menjaga kesehatan, memfungsikan dengan optimal secara biologis, baik sebagai alat reproduksi, alat rekreasi, dan dorongan seksual. Perilaku seksual merupakan bentuk perilaku yang muncul berkaitan dengan dorongan seksual.

Satu lagi yang penting bagaimana supaya remaja dapat keluar dari belenggu gaya pergaulan yang salah adalah dengan dukungan keluarga untuk memantau perkembangan remajanya dan menjadi sahabat serta tempat yang bisa dijadikan berbagi segala hal.

Indari Mastuti

No comments: