Tetap jadi Ibu, berbisnis, bernetworking, dan menulis
INI TIPS SAYA MEMBAGI WAKTU
SUSAH BARENG, SENANG BARENG
Simak live FB saya di IIDB ya:
https://www.facebook.com/groups/ibudoyanbisnis/permalink/4860863543935607/
Jangan lupa gabung di komunitas Ibu-ibu Doyan Bisnis (IIDB) yaaa.
MELEMBUTKAN HATI PASANGAN YANG KERAS
Simak live FB saya di IIDB ya:
https://www.facebook.com/groups/ibudoyanbisnis/permalink/4839011362787492/
Jangan lupa gabung di komunitas Ibu-ibu Doyan Bisnis (IIDB) yaaa.
Umroh
Alhamdulillah jam 8 malam ini saya akan berangkat umroh, insyaAllah selama umroh apa ilmu, inspirasi yang saya dapatkan akan saya share di channel ini
Semoga bermanfaat, bismillah
Menunggu penerbangan saya selalu menghabiskan waktu dengan melihat sekeliling
Melihat dan mendengar adalah sumber ide
Misalnya saja...
Perjalanan ke Mekkah sepanjang jalan hanya disuguhi tanah yang tandus, pada saat memandang tanah, gurun, dan tanaman kering saya membayangkan perjuangan Rasulullah
Alangkah beratnya perjuangan beliau saat menyebarkan Islam
Perjuangan hidup kita saat ini tidak seberapa dibandingkan perjuangan hidup Rasulullah
Jika perjuangan kita saat ini lebih banyak mengenai duniawi dan diri sendiri, Rasulullah berjuang untuk kebaikan semua manusia pada masanya, masa depan, dan masa setelah mati.
Sampai di Mekkah dan mata tertuju pada pedagang
9 dari 10 pintu rezeki melalui BERNIAGA, subhanallah
Apa yang membuat saya merasa haru terus menerus adalah suami saya tidak berhenti menangis.
Lelaki itu terus menangis dan air mata seolah hujan yang mengguyur lahan tandus.
Sepanjang ibadah umroh saya terus menggenggam erat tangannya dan merasakan betapa nikmat umroh bersama pasangan terutama merasakan kelembutan hatinya yang luar biasa.
Lelaki yang saya nikahi selama hampir 10 tahun ini menangis seharian ini, Allah mencintai kelembutan hatimu, suamiku.
Semoga nikmatnya umroh bersama pasangan akan segera terasakan oleh teman-teman.
Amin...
Bismillah, selamat pagi
Assalamualaikum semua
Sebelum berangkat umroh, suami dalam keadaan sakit. Dua hari menjelang keberangkatan beliau tidur sepanjang hari dengan demam tinggi dan tulang yang sakit...
Dokter mengatakan beliau terkena radang tenggorokan dan flu tulang
Subuh, menjelang keberangkatan saya bertanya, "Sudah baikan?"
Beliau mengangguk, lebih segar katanya
Alhamdulillah sepanjang perjalanan menuju Mekkah dan menjalankan thawaf, sa'i, hingga tahalul dijalankan beliau secara penuh
Sehabis ibadah umrohlah, beliau mengeluh sakit kepala yang hebat dan kaki seperti hendak kram
Suami saya bukan tipe pengeluh, sebelum berangkat dia sudah memosisikan diri dengan mengatakan pada saya, "Bun, mohon bersabar jika di Mekkah saya mengeluh sakit"
Subhanallah, beliau mempersiapkan istrinya untuk menghadapi rasa sakit yang mungkin sudah beliau prediksi :'(
Do'akan suami saya sehat, kami sehat, hingga perjalanan umroh selesai dan kami bersama anak-anak kembali, pulang ke Indonesia selamat serta sehat walfiat
Bismillah, Al-Fatihah....
Allah memberikan kado terbaik pada saya berupa team yang selalu mengingatkan jika saya salah dan kompak menebarkan ILMU yang dikuasai masing-masing team untuk tujuan yang sama: RIDHO ALLAH saja yang ingin kami dapatkan untuk menjadi INDSCRIPT sebagai sarana belajar para perempuan.
Menjelang ONE DAY LEARNING bersama team Indscript
Mohon do'anya agar tahun depan saya dan suami bisa mengirimkan ibu dan mertua kami untuk menunaikan ibadah haji, amin
Saya do'akan teman-teman juga bisa memfasilitasi orangtua untuk menunaikan ibadah haji, amin
Kita saling meng-aminkan dan semoga Allah mengijabah do'a
#Jumarat
#Mekkah
Masya Allah, beruntungnya saya ditemani dan dikeliling Mentor INDSCRIPT yang selalu haus ilmu sekaligus nggak pelit ilmu
#edisi para Leader Indscript belajar bareng Novita Ariestanty
Tebar Nasi Bungkus Tiap Hari?
Dalam catatan mimpi saya menulis ingin menyebarkan 1.000 nasi bungkus setiap hari
Nyatanya, BELUM TERCAPAI!
Suami memilih Jum'at atau sebulan sekali itupun bukan nasi bungkus tapi sembako.
Hari ini, alhamdulillah beliau mengizinkan melakukan tebar nasi setiap hari, "pastikan tepat sasaran ya, Bun" pesannya.
InsyaAllah belum 1.000 bungkus setiap hari tapi kami akan memulainya di angka puluhan bungkus, INDSCRIPT berbagi nasi bungkus setiap hari.
Mekkah telah menjawab setiap do'a, Alhamdulillah
Berkali-kali dalam setiap do'a saya mengatakan pada Allah, saya iri pada yang bisa membaca Al-Qur'an lebih banyak setiap hari dan mereka lebih beriman dibandingkan saya.
Saya ingin seperti mereka....
Saya IRI pada manusia yang bertaqwa...
Saya ingin mengkhatamkan Qur'an setiap bulan...
Allah sungguh, saya tak iri pada mereka yang memiliki harta benda berlimpah, bagi saya semua yang dimiliki sudah nikmat dan saya syukuri
Allah sungguh, saya tak iri pada mereka yang lebih luar biasa pencapaiannya, bagi saya hidup yang dimiliki ini sudah luar biasa
Allah sungguh, saya tak iri pada yang memiliki lebih banyak berbagai kemudahan hidup, bagi saya kesulitan dan kemudahan yang dimiliki adalah sesuatu yang patut saya syukuri dan maknai
Saya hanya IRI pada mereka yang bisa selalu dekat dengan Al-Qur'an dan lebih beriman.
Tetiba...
Kemarin saya yang biasanya hanya menyempatkan one page AlQur'an tiap hari berhasil membaca 3 lembar AlQur'an
Allah saja Maha Memudahkan setiap keinginan dan do'a....
#Berburu pahala
#Mekkah
Hari ini perpisahan dengan Mekkah,
Belum puas berdo'a untuk keluarga tercinta, belum puas!
Belum puas berdo'a untuk sahabat-sahabat perempuan yang bertubi-tubi minta didoakan, belum puas!
Belum puas berdo'a untuk negeri Indonesia tercinta, belum puas!
Belum puas menangis karena segala dosa yang dilakukan, belum puas!
Belum puas bersimpuh sebagai manusia lemah, betapa rindu pada Mekkah kelak.
Dua tahun lalu saya menapakkan kaki di Mekkah dan berdo'a ingin kembali, Allah kabulkan tahun ini kembali ke Mekkah lalu berpisah lagi, ya Allah, izinkan aku kembali dalam waktu dekat.
Berpisah untuk kembali, InsyaAllah....
InsyaAllah pulang ke Indonesia saya tidak bawa oleh-oleh selain BEASISWA BELAJAR BISNIS untuk para Ibu yang ingin bertumbuh.
Siapapun boleh masuk dan kita akan belajar bareng, bismillah
Allah saja yang memberikan Ide menggelontorkan BEASISWA: EMAK BELAJAR BISNIS ini, semoga bermanfaat
#Menuju Medinah
Mohon doanya
Alhamdulillah sudah sampai Bandung
Eeekh dapat status kece team Indscript
Seorang pembelajar, biasanya bawaannya 'nyantai.'
Banyak ilmu, bikin makin tawadhu. Bukan malah belagu.
Bahkan ndak akan terlampau kelabakan bila ide-nya dicatut orang.
Sebab sang pembelajar selalu full dengan segudang ide baru.
Then, jikapun dia famous ... biasanya memang efek dari ilmu yang dibagikan, bukan jadi tujuan.
Sebab dia sadar kalo sharing itu untuk menebar kebermanfaatan.
So, akhirnya ... manusia seantero dunia bisa menangkap apa personal value dirinya. Bukan sekadar popularitas yang dipaksakan.
Hmm, bila merasa berilmu namun tak lakukan proses pembelajaran ... lantas apa yang hendak ditebarkan?
Apalagi jika hanya ingin dikenal banyak orang karena merasa harus mengungguli saingan.
But sorry to say, mengajak bersaing pada para pembelajar ... sementara kita bukanlah pembelajar, that mean kita udah kalah duluan.
Apalagi dengan sang pembelajar nan beriman. *keren beuddh dah!
Mengakui Adanya GURU
Guru kedua adalah guru-guru SMA 24 yang membuka peluang dan support untuk saya tetap menulis. Saya diberikan kesempatan menulis di sebuah rubrik majalah sekolah dan mengikutsertakan saya dalam berbagai lomba penulisan.
Guru ketiga saya adalah bos saya di sebuah media cetak, dimana saya baru saja belajar jadi jurnalis di tahun 1998 - 1999 tapi tak pernah menghalangi saya berekspresi dalam menulis di medianya, saya bisa menulis banyak rubrik dalam satu waktu. Beliau bernama pak Edi *no tag nggak aktif di FB :)
Guru karir saya adalah bos saya ketika saya mulai berkarir di dunia telekomunikasi, beliau masih muda, energik, dan tidak pernah menumpulkan semangat meski di awal karir saya banyak melakukan kesalahan. Beliau percaya dengan talenta yang saya miliki dan terus membimbing saya tanpa henti. Beliau pak Ridwan *maaf beliau tidak bisa ditag, nggak aktif di FB hehehe
Guru karir kedua adalah bos saya yang super galak, nyebelin, dan hampir terus menerus kami berbeda pendapat, tapi kami tetap bersama dengan segala kelebihan dan kekurangan kami. Saya belajar berdebat elegan karenanya :)), beliau adalah Frans Warmanto M
Guru menulis pertama saya adalah seorang pemimpin redaksi sebuah majalah remaja yang terus menerus memberikan support terbaiknya, hingga dari seorang korespondensi majalah, saya menjadi seorang penulis buku. Beliau bernama Daniel Mahendra,. Saya tak menyangka bisa jadi penulis buku di tahun 2004, sungguh tidak tidak pernah dibayangkan sama sekali dan beliau RELA kalau naskah buku pertama saya sangaat melelahkannya saat MENGEDIT :), karena keikhlasan beliau saya bertumbuh.
Guru besar saya saat membangun karir di dunia penulisan adalah pak Bambang Trim, berawal dari perkenalan secara email, lalu saya menulis buku sebanyak 3 jilid di penerbitan yang beliau ampu, lalu saya bekerjasama di sebuah penerbitan, banyak ilmu saya dapatkan dari beliau sebagai guru saya. Sampai sekarang, beliau sangat berjasa pada pertumbuhan karir saya di dunia penulisan.
Guru bisnis saya dari tahun 2011 adalah pak Asep Mulyana, beliaulah yang mensupport saya dari Indscript dalam keadaan berdarah-darah hingga saat ini, beliau juga yang memberikan banyak arahan bagaimana setiap gerakan bisnis atau sosial saya dilakukan. Bahkan beliau tak pernah berhenti memberikan support hingga saat ini. Sejak mengenal pak Asep, keinginan saya belajar semakin besar, dari situ juga saya mengikuti banyak mentoring, coaching, training, dan mengenal banyak guru lainnya yang luar biasa.
Guru bisnis saya sejak tahun 2013 bertambah dengan hadirnya Coach Hendra Hilman seorang Coach sekaligus sahabat yang terus memahami bagaimana Indscript bertumbuh. Bertahun-tahun bersama guru bisnis ini bahkan sampai detik ini saya masih bersama Coach Hendra untuk terus bertumbuh dan mengejar target perusahaan dengan cara yang tepat.
Guru saya yang mengajarkan saya mengenai branding adalah Artha Julie Nava Full, sahabat dari tahun 2010 hingga saat ini tetaplah menjadi guru terbaik dalam hal branding. Banyak pengubahan dalam diri termasuk perusahaan terkait branding yang diarahkan oleh beliau.
Guru perempuan yang mengajarkan saya berkomunitas dan berkeluarga adalah teh Dina Sudjana dan ibu Siti Muntamah. Saya belajar kesabaran, ketabahan, dan pengelolaan dengan lebih positif sebagai founder komunitas, ibu rumah tangga, dan perempuan berkarir.
Guru saya yang mengajarkan saya untuk KEHIDUPAN adalah suami saya, Ayah Deky Tasdikin. Saya bisa mengubah kebiasaan buruk menjadi lebih baik bukan dengan petunjuk tangannya tapi dengan kebiasaan beliau yang malu kalau tidak saya teladani. Beliau adalah guru, imam, sahabat, dan partner bisnis yang insyaAllah tahu saya kurang lebihnya, baik buruknya, dan negatif positifnya lalu mengubah saya dengan proses yang sangat menyamankan jiwa.
Ada banyak guru lain yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu dalam hidup saya yang secara langsung MENGUBAH DIRI dan LANGKAH SAYA LEBIH BAIK. Saya tidak pernah melupakan jasa mereka, mendoakan mereka agar selalu sehat, berkah ilmunya, dan terus menebar manfaat.
Guru adalah orang-orang yang tahu KEKURANGAN kita tapi tidak pernah MENCERCA melainkan terus MENDUKUNG PERUBAHAN ke arah lebih baik.
Terimakasih para guruku...
Membahas tentang manajemen waktu, memang selalu seru
Untuk Punya Sawah dan Ladang
Umroh adalah izinNya
Selalu semangaaat ya tiap hari
Saya mau cerita umroh dan mengumrohkan. Saya sudah dua kali umroh dan tiga kali mengumrohkan. Tentu saja bikin pengen balik lagi dan balik lagi.
Lalu ada yang nanya "Gimana bisa umroh dan mengumrohkan, bagi saya cuman mimpi aja. Karena....tak ada uang"
Saya mau berbagi pengalaman disini
Umroh adalah izinNya. Maka kuatkan hati dan niat agar dapat izinNya. Umroh bukan persoalan ada uang atau tidak. Tapi prosesnya yang harus dijalankan agar bisa lancar kesana.
Proses ini yang saya jalankan
💋 Niat semata ibadah karena Allah
💋 Komitmen menabung untuk umroh
Jadi...
Terkait komitmen menabung untuk umroh, waktu umroh pertama saya masih memiliki utang yang cukup banyak tapi saya komit untuk menyisihkan uang dari kegiatan training offline yang dilakukan. Ya, waktu itu saya diundang jadi pembicara training offline dengan tema public speaking dan tabungkan semua penghasilan saya dengan satu tujuan Berangkat Umroh bersama mama dan mertua. Tidak serupiahpun uang penghasilannya saya ambil untuk keperluan lain: KOMIT UNTUK BERANGKAT UMROH dan saya masukkan ke celengan
Akhirnya setelah mengumpulkan beberapa bulan. Kami bertiga berangkat umroh, dan ini jadi umroh pertama bagi saya, Mama, dan mertua
Sejak bisa umroh dengan metoda celengan saya makin semangat ngecelengin sebagian keuntungan untuk umroh dan akhirnya bisa mengumrohkan
Umroh kedua saya berangkat bersama suami
Umroh ketiga saya memberangkatkan tiga karyawan
dan selanjutnya terus mengumrohkan
karena izin Allah dan komitmen menyisihkan uang untuk berangkat umroh
Ini yang jadi alasan saya akhirnya membuat celengan ini
Supaya semua perempuan merasakan keindahan dan kedamaian di rumah Allah
Selamat Idul Fitri
Selamat menyambut Hari Kemenangan saudara-saudaraku
Bebenah Rumah
Bukan tanpa alasan saya selalu semangat mendorong emak-emak pebisnis untuk tetap menata rumah meski kondisi sesibuk apapun
Punya Rumah Tanpa Utang
Cuman mau bilang








