MENCETAK LEADER

Hampir setiap hari rumah mungil saya didatangi tamu
Kecuali kalau benar-benar loading tinggi atau saya lemes seperti kemarin saya terpaksa menolak tamu, sedih sebenernya ketika menolak tamu datang namun khawatir kurang optimal menjamu saya harus menolak
Kalau tamunya sahabat dekat, saya persilakan untuk datang ke lantai atas karena saya sambil tiduran )
Hari ini keluarga Fitri Handayani dan Ari Eko Prasethio yang datang plus dua CSnya. Kami diskusi tentang membangun sistem perusahaan berdasarkan pengalaman saya memiliki Miss dan Princess di perusahaan yang sangat bisa diandalkan
Saya bilang kalau bisnis tanpa sistem memang bakalan capek banget, apalagi kalau tergantung pada FIGURITAS. Contoh sekarang, setelah ada Princess IndBlack saya menyerahkan perusahaan padanya. Awalnya jatuh bangun banget dipegang dia, tapi saya perlakukan Princess bagai pemilik perusahaannya dan saya mentornya sehingga yang muncul ya nama dia, kadang dan mulai sering pembeli yang tidak mengenal nama saya di balik Indblack. Justru saya bersyukur karena transaksi jalan tanpa embel-embel nama saya.
Demikian juga dengan adanya Miss Indscript, mentoring, promo, dan berbagai aktivitas perusahaan sudah dijalankan oleh dia di Indscript Businesswomen University, saya berperan mengarahkan saja dan everything is running well.
Bisa dibilang perusahaan sudah berjalan dengan Miss dan Princess yang dimiliki oleh kami
Pertanyaannya adalah bagaimana mencetak mereka? Mereka yang akan ada di garda depan ini?
Ini tips berdasarkan pengalaman saya:
1. Buatlah standarisasi rekrutmen, misal orang seperti apa yang akan direkrut, backgroundnya apa, pengalamannya bagaimana, dan standar lainnya
2. Buatlah job desc yang akan mereka lakukan dengan detail
3. Buatlah standar kerja untuk menjalankan job desc dengan ramah (jangan terlalu ngejelimet alias mudah diaplikasikan) namun juga berdampak baik bagi perusahaan
4. Miliki target pencapaian untuk team yang direkrut
5. Dampingi mereka dengan training atau breafing harian hingga mereka bisa dan paham alur kerjanya
6. Mentoring aktivitas kerja mereka sehingga setiap ada masalah bisa langsung diselesaikan
7. Bangun kedekatan dengan mereka bukan sebagai boss dan bawahan tapi partner kerja dan sahabat baik
8. Motivasi mereka untuk bertumbuh dengan berani mengekslorasi diri dan inovatif dalam bekerja sebagai bentuk sarana belajar untuk diri mereka sendiri bukan semata-mata bekerja
Begitulah kira-kira tipsnya...
Btw, kalau mau mampir ke rumah kantor sederhana saya boleh bangeet loh, kita ngobrol sambil ngebakso yaaa hahaha
Biasanya saya bisa dikunjungi jam 10 pagi ke atas, misalnya besok saya mau dikunjungi Ratu Yogurt Resi Ida Nurmela, see you yaaaa miss Echi...bawa yogurt buat rumpis besok ya hahaha



1 comment:

Adbox