IZINKAN AKU MEMBACA FACEBOOKMU, BUN

"Bun, sudah update status? boleh baca?"
"Bun, aku mau baca status Bunda, bolehkah?"
"Bunda status hari ini sudah diposting?"
Pertanyaan ini selalu dilontarkan oleh si sulung Nanit, kini adiknya ikut membaca UPDATE terbaru facebook saya. Mereka bersama-sama membaca dengan serius
Saya sendiri meminta izin pada Nanit dan Ammar jika ceritanya akan jadi sumber tulisan facebook
"izin ya, diskusi barusan jadi bahan tulisan Bunda di facebook?"
"Boleh nggak obrolan barusan jadi status Bunda?"
Kalau anak-anak setuju maka saya akan menuliskan tulisan yang bersumber dari mereka.
SEANDAINYA saja, anak-anak membuka facebook kita dan isi facebook kita berisi kemarahan, caci maki, keluhan, HOAX, dan bully kepada sesama penduduk facebook, bagaimana perasaan anak-anak kita?
INILAH yang menjadi awal kenapa saya memilih menulis kegiatan sehari-hari di facebook, tidak mengikuti tren yang terjadi di negara facebook, khawatir anak-anak membaca dan ternyata itu salah
INILAH alasan kenapa saya jarang menshare informasi apapun dari berita-berita kekinian di facebook *malah bisa dibilang saya gitu aja ih statusnya hehehe
INILAH sebabnya saya tidak mau ikut trending topik untuk status-status saya, khawatir nggak sesuai kapasitas, dan nggak banget dibaca anak-anak saya
Saya siapkan FACEBOOK untuk bahan bacaan anak-anak saya juga
Mereka bisa belajar dari tulisan saya
Mereka bisa memahami aktivitas yang dikerjakan bundanya
Mereka bisa mentrack history dari status
Mereka bisa menduplikasi jika kelak memiliki media sosialnya sendiri karena dalam waktu dekat generasi digital ini akan jauh melampui kemampuan ibunya dalam menggunakan internet
Nah, Bu, monggo cek kembali facebook Anda, apakah jika anak-anak membacanya akan jadi makanan bergizi untuk mereka?



No comments:

Post a Comment

Adbox