13 September 2016

Family Time Sama Pentingnya dengan Business Time



Sebagai seorang ibu, seringkali kesibukan-kesibukan baru mengharuskan, saya MEREPLANNING DAILY ACTIVITY.   JADWAL PENDAMPINGAN PESERTA RB, 9 to 9, PSC, TOD mulai bulan lalu meniadakan jadwal pemberian materi dan pendampingan di hari SABTU dan MINGGU.  Adapun JADWAL HARIAN PENDAMPINGAN Jam 05.00 - 09.00: Pemberian Materi, lalu Jam selanjutnya: DISKUSI Jam 20.00: SETORAN TUGAS HARIAN. 

Mengatur strategi untuk mencoba balance antara Rumah dan Bisnis memang tidak mudah, terlebih dalam kondisi bisnis sibuk berat.

Bagaimanapun semua perempuan pebisnis bukan berarti setiap detik mantengin handphone.  Jangan sampai kegiatan berbisnis membuat Anda mengabaikan keluarga dan tidak punya waktu untuk diri sendiri dan orang-orang tercinta.

Kuncinya adalah manajemen waktu.  Tanpa manajemen waktu Anda akan dihantui satu penyakit yang hampir menyerang banyak orang, baik itu ibu rumah tangga, profesional, bahkan mereka yang tidak memiliki aktivitas sekalipun yaitu stress karena merasa tidak punya waktu untuk diri sendiri dan keluarga.

Saya meniadakan pendampingan bisnis hari Sabtu Minggu, tujuannya hanya satu: makin menikmati hari libur untuk keluarga. Meski setiap haripun sebetulnya memegang HP hanya dari setelah shalat shubuh hingga jam 10 pagi (dalam kondisi di selang persiapan anak sekolah).

Begitupun di liburan long week end hari Jumat-Sabtu-Minggu kemarin saya meniadakan pendampingan reparasi bisnis dengan tujuan agar saya maupun para perempuan pebisnis yang saya dampingi bisa mendedikasikan long week end kali ini untuk family time.

Bagi saya, family time itu penting, sama pentingnya dengan business time.

Family time saya yang akan saya ceritakan kali ini adalah menghabiskan long week end kemarin di tempat yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan.  Family time yang sangat menyenangkan  

"Berapa malam lagi kita disini?" Tanya Ammar
"Satu malam, de" jawab saya
"Aku betah disini..." sahutnya
Anak-anak merindukan suasana alam

Tidak hanya menyenangkan bagi anak-anak, namun juga bagi saya.

Suatu waktu saya bermimpi, "saya ingin punya rumah yang dipenuhi buah-buahan dan sayuran"
Kini mimpi sudah ada di genggaman, tanaman itu ada di lahan yang dibeli. Seolah menyodorkan diri bahwa "inilah mimpimu"

#hebatnya mimpi
#berbagi bahagia saat Idul Adha
#keliling kampung saat Qurban tahunan

No comments: