17 November 2015

Mandiri dengan Berdagang


Si sulung katanya bercita-cita jadi dokter atau guru dan tidak mau jadi penulis ataupun pebisnis. Tapi, separuh aktivitas hariannya selalu berdagang. Bermain dagang-dagangan hingga selalu menginisiasi dagangan baru.

"Bun, aku mau jualan bakpau lucu. Bakpau bentuk boneka. Anak-anak pasti suka." Ujarnya dua hari lalu daaaan taraaa di layar komputer sudah ada promosinya aja yang dia ketik heuu
Yang sebenarnya jadi susah adalah karena ibunya nggak doyan masak dan nggak tahu musti gimana kalau si sulung minta belanja bahan bikin ini dan itu
"Oke, Nanit akan lihat di youtube cara bikinnya dan nulis mau belanja apa saja ke pasar." Katanya sigap, lalu eng ing eng...layar komputer diisi tayangan youtube cara memasak silih berganti
Dan..."ini bun, resep masakannya, ayo kita ke pasar." Ajaknya


Seandainya Nanit sudah bisa ke pasar sendiri sepertinya dia akan mandiri melakukan semuanya sendirian.
Berkat hobi berdagang keingintahuan Nanit semakin berkembang
Tak apalah jadi dokter atau guru, yang penting mental dagangnya terus terasah. Bukankah tidak ada satu profesi pun yang tidak membutuhkan mental dagang?

No comments: