27 December 2013

NULIS dan BISNIS

Berbicara tentang menulis tidak bisa saya abaikan dalam kegiatan sehari-hari. Mungkin saja saya tidak menulis untuk sebuah buku namun saya menuliskan banyak hal setiap hari, mulai dari rencana, ide, status, hingga artikel singkat yang saya kemas dalam catatan keseharian. Bagi saya, menulis menjadi sebuah nafas, yang tanpanya saya merasa lemas 

Begitupun dengan bisnis, bisnis menjadi darah saya. Tidak ada keraguan untuk selalu mengembangkan bisnis dan terus berbisnis meski dalam bisnis tidak juga selalu manis. Sebaik-baiknya bisnis dikawal, tetap persoalan bermunculan. Namun, setiap persoalan bukan membuat saya jera namun saya justru semakin semangat membangun bisnis LEBIH BAIK.


Saya pernah mengatakan di depan 200 mahasiswa mengenai kesiapan mereka menjadi pebisnis. Mereka harus siap rugi, harus siap nggak punya duit, harus siap mental, dan memiliki kesiapan lainnya. pada akhirnya, bisnis bukan hanya berbicara masalah MODAL melainkan MENTAL.
Kini, nulis dan bisnis menjadi keseharian saya, seperti halnya aktivitas saya sebagai ibu rumah tangga yang harus mengepel, menyapu, mencuci piring, mengurus anak, dan bermain dengan anak-anak.

Nulis dan bisnis, dua hal yang tidak terpisahkan yang membuat saja JATUH CINTA setiap saat. Seperti halnya saya jatuh cinta setiap saat pada pasangan hidup saya

 

 Berbicara tentang menulis tidak bisa saya abaikan dalam kegiatan sehari-hari. Mungkin saja saya tidak menulis untuk sebuah buku namun saya menuliskan banyak hal setiap hari, mulai dari rencana, ide, status, hingga artikel singkat yang saya kemas dalam catatan keseharian. Bagi saya, menulis menjadi sebuah nafas, yang tanpanya saya merasa lemas
Begitupun dengan bisnis, bisnis menjadi darah saya. Tidak ada keraguan untuk selalu mengembangkan bisnis dan terus berbisnis meski dalam bisnis tidak juga selalu manis. Sebaik-baiknya bisnis dikawal, tetap persoalan bermunculan. Namun, setiap persoalan bukan membuat saya jera namun saya justru semakin semangat membangun bisnis LEBIH BAIK.


Saya pernah mengatakan di depan 200 mahasiswa mengenai kesiapan mereka menjadi pebisnis. Mereka harus siap rugi, harus siap nggak punya duit, harus siap mental, dan memiliki kesiapan lainnya. pada , bisnis bukan hanya berbicara masalah MODAL melainkan MENTAL.
Kini, nulis dan bisnis menjadi keseharian saya, seperti halnya aktivitas saya sebagai ibu rumah tangga yang harus mengepel, menyapu, mencuci piring, mengurus anak, dan bermain dengan anak-anak.

Nulis dan bisnis, dua hal yang tidak terpisahkan yang membuat saja JATUH CINTA setiap saat. Seperti halnya saya jatuh cinta setiap saat pada pasangan hidup saya

 

1 comment:

husnul chotimah said...

Iya bu.Memang menulis itu tdk terpisah dari bisnis,bisa di bilang saling melengkapi. Oh ya kalo mau resep masakan bisa kunjuni blog saya http://buresep.Blogspot.Com insyaallah update terus resep masakan.