12 July 2013

Berhenti MEROKOK --- Tak Bergairah

Sahur hari pertama, tiba-tiba suami saya berkata, "Ramadhan ini aku nggak akan merokok dan Insya Allah seterusnya akan berhenti merokok." Saya memandang ke arahnya dan menjawab, "Apakah ini keinginan dan niat pribadi tanpa dipaksakan?" Sayapun jadi ingat sewaktu dia merokok saya akan menyuruhnya jauh dari anak-anak Ketika di meja kerja merokok, saya akan menegurnya Ketika dalam satu ruangan dia merokok, saya akan memintanya keluar Ketika dia selesai makan ingin merkok, dia akan meminta izin saya untuk keluar dari meja makan Dan, kerapkali ketika ada temannya merokok di tempat kami, saya akan meminta suami saya untuk mengajak temannya keluar dari rumah. Maka, tidak heran saya menjawab keinginan suami dengan bertanya kembali apakah keinginannya untuk berhenti merokok karena keinginannya sendiri tanpa dipaksakan karena merokokpun tidak apa-apa asal dia jangan dekat anak-anak, jangan di rumah, dan jangan dekat-dekat saya :), selama ini dia baik-baik saja merokok dan harus ke teras rumah dulu. Saya kembali mengulangi, "Apakah berhenti merokok karena sudah bulat niatnya ingin hidup lebih sehat?" Dan dia mengangguk.... Kemarin hari kedua dia tidak merokok, saya melihatnya kurang bergairah dan layu, suami saya berkata kembali, "Gini ya idup tanpa rokok, kurang gairah, kayak ada yang ilang." katanya, dengan tertawa saya bertanya, "kalau idup tanpa aku gimana, ay?" dan dia terbahak... ROKOK, apakah Anda merokok? jika ya, mungkin Anda memang harus mencoba berhenti merokok seketika tanpa dikurangi takarannya perlahan-lahan karena dengan berhenti seketika Anda berarti melawan "ketergantungan"nya tanpa ampun. Sepertinya reaksi tak bergairah ini salah satu pertanda rokok benar-benar membuat orang ketagihan. "Rasakan aja reaksinya, mama aja dulu hampir nggak kuat." kata mertua yang juga memutuskan berhenti merokok dengan seketika. "Tapi jalanin aja, toh mama juga berhasil, jadi kamu juga pasti bisa!" pesan mertua pada suami saya. Well, selamat berpisah asap rokok :)

No comments: