28 February 2009

Memelukmu, sahabatku..

Kemarin saya menangis karena vonis menakutkan seorang sahabat

Vonis yang sangat ditakuti bagi seorang perempuan

Saya menangis, dan terus menangis..air mata terus jatuh berderai

Saya menempatkan diri jika saya berada di posisinya, dan saya menangis karena saya menyanyanginya sehingga merasakan betapa sedihnya dia saat itu (dan pasti saat inipun masih sedih)

Tidak mampu berkata apa-apa, selain untaian doa kesembuhan baginya

"Apa yang bisa aku bantu?" tanya saya

dan dia berkata, "Pelukan untukku."

Ya, sahabat tercinta, tentu aku akan memelukmu

Memelukmu ketika saat bahagia ataupun sedih

Aku menyanyangimu dan semoga vonis itu tidak akan bertahan lama..sebentar lagi, kabar bahagia akan menantimu

I luv u, semoga lekas sembuh

ketika jarak memisahkan kami, pelukan fisik berganti dengan pelukan perasaan cinta dan saling memahami.

No comments: