21 December 2005

Berbahagialah walau akhirnya kamu MENYERAH

Menyerah lebih baik dibandingkan kamu tidak melakukan apapun sama sekali
Ada prinsip mengatakan jangan pernah berhenti dan menyerah karena menyerah sama saja dengan kekalahan total. Yup, hal itu bisa saja dikatakan demikian kamu melakukannya tidak secara maksimal. Namun, tak ada salahnya kok ketika akhirnya kamu memutar haluan untuk mencapai keinginan.
Kisah Dinda
Dinda berharap kelak dia akan menjadi seorang arsitek. Segala effort dia keluarkan untuk mewujudkan keinginannya itu. Dia rajin belajar, memperbaiki gaya menggambarnya, mulai mencari infomasi tentang kuliah arsitektur. Dinda yakin dan percaya diri bahwa dirinya akan menjadi arsitek sukses dan berbakat. Hingga suatu hari, dia harus menghadapi kenyataan bahwa perekonomian keluarganya mengalami goncangan dasyat. Perusahaan ayahnya mengalami kebangkrutan, sedang hutang menumpuk. Jangankan untuk kuliah, untuk makan sehari-hari pun keluarganya mengandalkan kakek dan neneknya yang juga nggak begitu mapan. Sedangkan kuliah di arsit6ektur memerlukan biaya yang tidak sedikit. Setelah melakukan segalanya, dinda mulai mencari cara untuk bisa tetap survive. Akhirnya dia memilih mengembangkan bakat lain yang dimilikinya – Menulis – Dinda menyerah menjadi arsitek dan berganti haluan untuk menjadi penulis. Dia mengembangkan talenta lainnya secara otodidak, dengan mengikuti berbagai kegiatan kepenulisan dan terus belajar menghasilkan tulisan yang baik. Dinda yang produktif menelurkan karya kini menjadi penulis terkenal dan melupakan obsesinya menjadi seorang arsitek. "Ini lebih baik dibandingkan saya tidak melakukan apapun setelah segala keterbatasan yang dimiliki." Ucapnya bijak
Apakah kamu mengalami hal yang sama dengan Dinda? Ingin mencapai sesuatu tapi daya dan upaya tidak bisa mendukungnya? Setelah kamu melakukan yang terbaik sebisamu, dan tetap tidak mungkin, mengapa kamu tidak menggantinya dengan sesuatu yang lebih mungkin dan realistis?
Hadapilah ketumpulan dengan cara lain yang lebih efektif. Tidak ada masalah mengganti haluan sejauh kamu sudah mengukur tingkat keberhasilannya yang jauh lebih tinggi dibandingkan keinginan terdahulu. Teruslah melakukan perubahan menguntungkan sebisa kamu. Berbahagialah untuk itu!

No comments: