7 Cara Jadi Penulis yang Dirindukan



Impian setiap penulis adalah karya-karyanya bisa diterima dan selalu dinantikan pembacanya.  Nah, apakah ada cara untuk menjadi penulis yang selalu dirindukan?  Tentu saja.  Berikut adalah beberapa cara untuk menjadi seorang penulis yang karya-karyanya selalu dirindukan.
1.      Menulislah dengan BAHAGIA.  “Teh, statusnya nggak pernah galau ih, nggak pernah kelihatan marah.  Kayaknya teh Indari mah bahagia terus.”  Tanya seseorang, entah ini pertanyaan keberapa orang.  Aaaah saya juga manusia biasa loh, marah, sedih, kesal, dan beragam perasaan juga ada.  Tapi saya memilih bahagia dengan apapun yang terjadi.  Sebagai penulis saya ingin tulisan saya menularkan kebahagiaan saya pada semua orang hingga tulisan-tulisan saya selalu dirindukan.   Bukannya setiap orang suka merasa bahagia?
2.      Menulislah dengan JUJUR, tanpa beban.  Menulis dengan beban, misalnya karena ingin mengikuti tren tema cerita yang disukai pembaca saat ini, tidak akan menyenangkan bagi penulis dan akan menghasilkan karya yang tidak ditulis dengan hati.  Karya tulis itu seperti karya seni, ada karakter individu di dalamnya.  Menjadi diri sendiri itu yang utama.  Berhenti memaksakan menulis cerita yang kira-kira akan disukai banyak orang.   Dengan demikian tulisan kita akan lebih personal.
3.      Menulislah apa yang kita suka dan kita KUASAI sehingga kita akan lebih bebas mengekspresikan diri dalam tulisan kita
4.      Milikilah KEUNIKAN dalam setiap karya kita.  Milikilah cara penulisan yang berbeda dari penulis-penulis yang lain.  Hal ini membuat tulisan kita gampang dikenali sekaligus memiliki penggemar-penggemar tersendiri.
5.      Tulisan yang menimbulkan rasa PENASARAN dan tidak membosankan selalu dinantikan para penikmat karya tulis.
6.      Menulislah dengan tujuan memberi NILAI tambah pada para pembaca, tulisan yang dihasilkan dari hati dan pikiran yang jernih dan bertanggung jawab akan terasa berbeda dengan tulisan yang dibuat hanya sekedar untuk mencari penghasilan dan popularitas.
7.      Menulislah kejadian-kejadian UNIK dan relevan dengan kehidupan kita sehari-hari.  Ini akan membuat tulisan kita  melekat kuat di hati pembaca, sehingga selalu dinantikan kelanjutannya.
Betapa menyenangkan ya apabila kita bisa menjadi penulis yang tidak hanya sekedar menulis, tapi karya kita senantiasa dibaca banyak orang, bisa mempengaruhi cara pandang banyak orang serta selalu dinantikan.  Semoga.


Artikel ini tembus VivaLog, alhamdulillah
http://log.viva.co.id/news/read/763084-tujuh-cara-jadi-penulis-yang-dirindukan


Menulis Untuk Rasa Bahagia




Penulis adalah profesi yang bisa dilakukan siapa saja, dari latar belakang apa saja dan berada di mana saja.  Menulis bisa menjadi alat dokumentasi kegiatan kita, menulis juga  bisa menjadi tempat kita berbagi kisah dan pengalaman.   Pengalaman masa kecil kita misalnya, pengalaman yang selalu layak untuk selalu dikenang.  Bukankah di sana kita akan menemukan perbedaan dengan kehidupan kita sekarang? Tulisan menjadi sejarah masa lalu dan akan membingkai masa depan.
Selain untuk berproses menuju ke arah yang lebih baik, tahukah Anda bahwa menulis juga bisa jadi sarana terapi jiwa?  Hal ini dialami oleh mereka yang menjadi peserta penyuluhan perempuan dengan memberikan pelatihan menulis di sekitar lokasi kantor Indscript dan Sekolah Perempuan saya menemui beberapa orang peserta.
“Ada perbaikan dalam keluarga, ibu-ibu?” tanya saya
Alhamdulillah dengan aktivitas baru menulis sebagai terapi ternyata para ibu merasa banyak perbaikan dalam keluarga, salah satunya cara berkomunikasi dengan anak dan meningkatnya produktivitas sebagai ibu rumah tangga. 
Menulis untuk berbagi manfaat tanpa disadari dapat menjadi terapi stres yang sangat ampuh bagi setiap orang. 
Menulislah dengan bahagia, lepaskan stres dengan menulis.
Seorang penulis yang memunculkan kebahagiaan dalam tiap tulisannya akan membuat dirinya juga bahagia. Menulislah sebagai salah satu sarana menasihati diri sendiri.  Menasihati kita untuk tetap bahagia.
Nah, sudah siap terbebas dari stres dengan menulis?


Kenapa Saya Menulis?



“Teh, apa yang membuat teteh bercita-cita jadi seorang penulis?” tanya banyak orang. 
Saya menjawab, “Akibat saya suka membaca sejak kecil dan apa yang saya baca memengaruhi kehidupan dan cita-cita saya.  Tapi, tentu ini tidak lepas dari petunjukNya sehingga kelas 4 SD (usia 10 tahun) saya mulai menulis dan terus menulis.  Waktu berlalu begitu cepat, saya semakin mencintai dunia menulis, hingga kini sayapun berbisnis di dunia kepenulisan”. 
Kenapa saya memutuskan untuk total di dunia kepenulisan? Ini berawal dari keyakinan berikut :
1.      Menulis buku MEMPERPANJANG USIA, setiap penulis akan selalu hidup karena tulisannya akan selalu ada.  Oleh sebab itu tetaplah menulis hal yang baik, menulis untuk memberikan motivasi dan kekuatan bagi pembacanya.  Hingga meski anda tak ada di dunia ini, selain kebaikan yang anda sebarkan juga ilmu yang anda tuliskan akan selalu dikenang.
2.      Menulis buku akan memberi ALIRAN PAHALA pada sang penulis karena pengubahan pola pikir yang lebih baik pada pembacanya.  Karena itu jangan sampai ada perasaan negatif mengotori hati pada saat kita menulis, agar tulisan kita dapat menjadi warisan yang paling berharga di masa depan, memengaruhi pembaca ke arah yang positif, dan membuat hidup pembaca menjadi lebih baik, amin
3.      Buku yang kita tulis dibaca berapa kalipun akan MENGALIRKAN ENERGI dan semangat yang terus menyala kepada banyak orang.   Semangat yang tanpa batas, yang tak akan lekang dan berkurang meskipun sudah bertahun-tahun dan kita sudah tidak ada di muka bumi ini.
Apakah Anda sedang memulai menulis?  Jika ya, selamat datang di dunia penuh kebebasan berinspirasi dan berekspresi! 
Apakah Anda merasa tidak bakat menulis menulis? Penulis dilahirkan bukan karena bakat tapi karena komitmen dan konsistensinya menulis tanpa lelah.  
Semua bisa jadi penulis!  Menulislah untuk kebaikan, yang membuat Anda akan selalu hidup di dunia ini.   
Menulislah minimal 1 buku sepanjang hidup Anda, namun jika bisa, tulislah lebih banyak.



3 Kemampuan yang Harus Dimiliki Perempuan Pebisnis



Berbicara tentang perempuan tak ada habisnya, makin dibicarakan makin menarik, apalagi membicarakan peran perempuan yang terkenal bisa multitasking alias menjalani berbagai peran sekaligus ini.  Jadi ibu rumah tangga? Sudah pasti.  Jadi  pekerja kantoran? Bisa banget!  Jadi pebisnis?  Siapa takut!
Menjalani berbagai peran yang merupakan kelebihan kaum perempuan memang sudah tak aneh lagi.  Namun tetap saja, ada kebanggaan tersendiri bagi saya, saat menetaskan lagi satu karyawati Indscript yang berpindah kuadran menjadi pengusaha.  Sekretaris saya, Nida Syauqiyah Amjad Dzihni sudah sah jadi womenpreneur muda di bidang kuliner sekarang.
Nah, terkait dengan bisnis. Ada tiga kemampuan yang harus dimiliki oleh para perempuan yang menceburkan dirinya di dunia bisnis, yaitu: manajemen waktu, manajemen hati dan manajemen komunikasi.
1.      Manajemen waktu.  Perempuan harus merasa bersyukur hadir di era saat ini, untuk melakukan aktivitas apapun, termasuk aktivitas bisnis akan sangat dimudahkan.  Teknologi jika digunakan untuk hal positif hasilnya akan luar biasa. Namun, jika tidak bisa memanajemeni waktu kemajuan teknologi bisa membuat perempuan lalai atau malah tertinggal.
Lalai? Ya, sebab tanpa sadar perempuan pebisnis membenamkan dirinya dalam aktivitas online namun lupa kewajiban sesungguhnya sebagai Ibu Rumah Tangga. Tertinggal? Ya, kemajuan teknologi tidak mampu membuat perempuan melakukan pembenahan dalam hal apapun selain hanya mengikuti arus yang ada.
Maka,  pesan yang selalu saya berikan pada semua perempuan dalam berbagai diskusi adalah manajemeni waktu sehingga perempuan bisa membuat perannya sebagai ibu, istri, dan juga pebisnis berjalan dengan lancar.
2.      Manajemen hati.  Setiap perempuan punya banyak kesempatan untuk membangun sesuatu yang baru, termasuk berbisnis.  Kemampuan perempuan untuk memanajemen hatinya bisa mendorong ke arah kemampuan berbisnis yang positif, saling berkolaborasi sesama pebisnis, melupakan hal negatif yang akan mencederai semangat
3.      Manajemen komunikasi.  Perempuan banyak mempunyai kesempatan berteman dengan siapa saja, berkomunitas di mana saja, berorganisasi dimanapun untuk mendukung perkembangan bisnis anda. Tapi ada satu hal yang harus dipegang yaitu meninggalkan kesan terbaik di awal pertemuan dan kesan baik di pertemuan-pertemuan lainnya.  Berkomunikasilah dengan sebaik mungkin.  Berkomunikasi dengan baik di setiap pertemuan akan memunculkan energi dan memperkuat kolaborasi. 

Terus berjuang perempuan pebisnis dan calon pebisnis Indonesia, sekali lagi teknologi akan banyak membantu kita semua dan tentu saja doa, keyakinan dan ikhtiar Anda.  Jangan lupa juga: restu suami, karena apa yang suami restui, akan menjadi berkah bagi seorang istri. 
Selamat meningkatkan kemampuan diri dalam hal waktu, hati, dan komunikasi.


.



.

10 Cara Cerdas Berbisnis


Pebasket tak hanya harus aktif, namun juga harus cerdas berstrategi untuk memenangkan pertandingan.  Demikian juga halnya dengan pebisnis, pebisnis layaknya seorang pebasket yang harus aktif, cerdas, sehingga bukan hanya memiliki bisnis yang sehat namun juga terus berkembang dan memenangkan persaingan.  Ini salah satu konsep yang mendasari inovasi terbaru yang diluncurkan oleh perusahaan training center yang saya kelola: Program 3 On 3 yang pernah saya share di tulisan saya terdahulu.
Program  3 On 3 ini diluncurkan sebagai bagian dari program pendampingan dan pembinaan bisnis bagi para perempuan yang ingin lebih cerdas dalam berbisnis.  Kenapa sih harus cerdas dalam berbisnis? Tentu saja, karena dunia bisnis merupakan dunia persaingan, banyak tantangan yang akan dihadapi, taktik cerdas diperlukan tidak hanya agar bisnis Anda mampu bertahan, lebih dari itu bisnis harus terus melesat.
Nah, apa saja cara cerdas dalam berbisnis?  Silahkan simak langkah-langkah berikut ini :
1.       DETEKSI masalah sejak Dini. Sesegera mungkin deteksi masalah bisnis Anda, apakah dalam hal SDM? Pemasaran? Keuangan? atau Inovasi?  Semakin cepat menemukan masalah bisnis, akan semakin efektif solusi yang Anda terapkan nantinya.
2.      Perbaiki sistim kontrol KEUANGAN.  Banyak pebisnis menyadari bahwa kegagalan bisnis mereka disebabakan oleh masalah keuangan.  Penyebabnya seringkali karena tidak memiliki perencanaan keuangan sehingga tidak tahu kemana dan untuk apa uang yang keluar masuk.
3.      Membangun INOVASI.  Inovasi penting untuk menghindari kebosanan dan meningkatkan penjualan.  Tanpa inovasi, bisnis mati.
4.      Beri perhatian khusus pada SDM.  Masalah SDM adalah masalah yang sering terjadi dan memiliki dampak yang besar bagi sebuah bisnis.  Pastikan komunikasi Anda dengan pegawai selalu lancar.
5.      Buang virus I KNOW : mau belajar, mau action, mau terbuka, mau mendengarkan, mau mengevaluasi, dan mau jadi gelas kosong
6.      JANGAN BERDEBAT dengan konsumen yang komplain.  Komplain seharusnya menjadi salah satu cara untuk menyempurnakan bisnis.
7.      BELAJAR dari kesalahan.  Perlu disadari, bahwa bisnis tidak selamanya ada ‘di atas’ yang terpenting adalah lakukan evaluasi dan buat rencana yang matang berdasarkan riset dan evaluasi kegagalan Anda.  Reparasi! 
8.      Pentingnya SHILATURAHMI untuk meningkatkan skill, jejaring bisnis dan persahabatan.  Bisnis bukan hanya meraup keuntungan tapi bisa menolong sesama, berbisnis adalah berbagi.  Semakin berbagi semakin tumbuhlah bisnis.
9.      FOKUS dalam setiap langkah, apabila Anda fokus semua bisa didapatkan, yang penting planningnya jelas, targetnya jelas, cara melangkahnya juga jelas.
10.  Untuk jadi pebisnis sukses, gabungkan MIMPI, ambisi, aksi dan ilahi.

Nah, sudah siap berbisnis dengan cerdas?

Selalu Bahagia!


Tahukah apa yang membuat kita bahagia di segala situasi?
Salah satunya adalah karena kita bisa MENYATU dengan siapapun orang yang ada di hadapan kita
KOMUNIKASI memang menjadi bagian yang terpenting dalam hidup kita
Komunikasi secara online maupun bertemu langsung secara fisik sama pentingnya
Komunikasi yang memunculkan ENERGI
Komunikasi yang memperkuat KOLABORASI

Nah, sudah siap bahagia dengan kemampuan berkomunikasi?

Berbisnis Itu Berbagi


Sewaktu saya mengikuti sesi coaching bisnis, saya dikritik oleh Coach Business karena bisnis saya dianggap seperti panti sosial. "Tujuanmu hanya berbagi sehingga bisnismu tidak tumbuh dengan baik." ujarnya
Saya tidak setuju dengan berbagi membuat bisnis tidak tumbuh. Bagi saya tujuan bisnis itu harus bisa berbagi. Ya, berbagi apa saja, baik secara materi hingga ilmu.
Memulai bisnis di tahun 2007 hanya karena saya ingin tinggal di rumah, merawat keluarga, melayani suami, dan menjaga anak-anak saya sepanjang hari. Bahkan hingga kini saya tidak membuat mimpi memiliki bisnis dengan gedung yang besar, karyawan yang berlimpah, dan prestise yang melangit. Saya hanya Ibu Rumah Tangga yang ingin mengisi hari dengan produktivitas positif melalui bisnis di jasa penulisan yang berawal dari HOBI MENULIS.
Konsep berbagi saya jalankan dengan satu tujuan, banyak perempuan lain akhirnya bisa membangun produktivitas dari rumah mereka masing-masing, baik dalam bidang penulisan ataupun bisnis. Mereka bisa produktif sebagai PENULIS ataupun PEBISNIS.
Saya bagikan ilmu dan pengalaman walaupun sedikit yang bisa saya berikan...
Saya berkonsentrasi pada pendampingan dan pembinaan perempuan yang ingin mengubah hidupnya menjadi lebih baik dan lebih positif....
Bagi saya berbisnis adalah berbagi
Sedikit atau banyak yang bisa dibagi, ya bagikan..

Sekali lagi, berbisnis adalah berbagi.
Semakin berbagi, semakin tumbuhlah bisnis.

Cukup Tiga Hari Bereskan Tiga Masalah Bisnis


Ah saya mah memang maunya yang simple aja, NGAJAR musti simple biar yang ikut BELAJAR nggak keblenger :)
Inilah salah satu inovasi terbaru yang diluncurkan oleh perusahaan training center yang saya kelola: Program 3 On 3 yaitu 3 Hari Training Selesaikan 3 Masalah. Kata ibu-ibu yang dengar program ini langsung berceloteh, "Teh, kayak main basket aja"
Ahaaa iyaaa, memang pebisnis harus seaktif pebasket. Badan bugar, konsentrasi meningkat, bisnis sehat dan melesat :)
Apa saja sih yang diajarkan di program ini?
Satu, Sales dan Marketing
Dua, Administrasi Bisnis
Tiga, Manajemen Waktu
Ketiganya adalah materi yang memang paling URGENT dibereskan dalam bisnis, tapi jangan khawatir nggak bikin mata juling belajarnya malah bikin HAPPY karena mudah banget dicerna.
Penasaran kan? Aaaaaah kepoin aja sayaaaah :)

Menulis Merupakan Jendela Mimpi


(Sepanggung dengan Alberthien Endah)


Kelas 4 SD saya memutuskan bercita-cita jadi PENULIS BUKU. Jujur, saya sendiri tidak tahu apa arti sebenarnya seorang penulis buku, saya hanya merasa bahwa orang-orang yang saya baca tulisannya di buku dan di majalah anak kesayangan adalah orang HEBAT, "betapa hebatnya mereka bisa menulis dan dibaca banyak orang serta memengaruhi cara pandang."
Jadi penulis buku! Ya, jadi penulis buku dan saya jatuh cinta pada semua penulis buku HINGGA bermimpi kelak akan bertemu mereka. Mereka, para penulis yang untuk usia saya saat itu "entah bagaimana bisa menemuinya" :)
TAPI, menulis membuka segalanya. Membuka semua mimpi yang saya ingin raih. FOKUS pada cita-cita sebagai penulis, memberi saya pengalaman yang tidak pernah saya bayangkan.
Saya bisa sepanggung dengan SOni Farid Maulana, sastrawan idola saya saat SMA
Saya bisa sepanggung dengan Alberthien Endah, penulis biografi laris di Indonesia
Saya bisa sepanggung dengan Dian Pelangi, perancang dari Indonesia dengan jangkauan internasional
Saya bisa menyentuh banyak orang yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Sungguh, menulis merupakan jendela mimpi bagi saya. Dimana mimpi yang saya tuliskan satu per satu menjadi nyata.
Subhanallah....

Tak Ada Kata TERLAMBAT


Ini serius!
Saya baru mengenal dengan baik bagaimana cara mempromosikan buku setelah menelurkan buku saya yang ke-61 berjudul "Full Time Mom VS Working Mom". Buku ini saya tulis bersama sahabat saya yang saat ini sedang berada di Turki. Kami menulis karena kesukaan kami melakukan riset mengenai topik yang terkait dengan perempuan, baik di dunia bisnis maupun aktivitas ke-perempuan lainnya.
Jujur, karena pertemuan saya dengan Tere Liye dan Oki Setiana Dewi yang pada beberapa bulan lalu menjelang terbitnya buku ini, saya menjadi moderator di acara mereka maka saya 'mencuri ilmu' bagaimana mereka bisa mempromosikan buku mereka hingga LARIS MANIS.
Well, ternyata kuncinya adalah KONSISTENSI promosi buku setiap hari di social media yang kita miliki. Just it!
Konsistensi, sekali lagi konsistensi, dan tidak semua orang bisa melakukannya karena social media kita seringkali dijejali lebih banyak aktivitas yang tidak perlu dibandingkan perlu hehehe
Jujur, saya malu, baru buku ke-61  saya mulai paham mempromosikan buku dengan sebenarnya. Tapi, tak apa, tak ada kata terlambat!
Semoga KONSISTEN mempromosikan buku menjadi keseharian saya, amiiiin.