26 August 2006

Masa Lalu yang selalu disyukuri

Jangan membiarkan diri terjerat

Oleh kepedihan dan kesalahan masa silam

Jangan membiarkan diri menjad

Manusia yang terbelenggu oleh masa lalu

Robert Louis Stevenson

Mensyukuri masa lalu? Uuugh, emangnya gampang! Ya, mensyukuri masa lalu bukanlah sesuatu yang gampang. Seringkali diantara kita justru merasa hidup terus pada masa lalu sehingga apa yang kita lakukan sekarang adalah adaptasi masa lalu. Banyak yang terus menangis dan trauma pada kesakitan tahunan yang lalu, ada juga yang terus menerus mengutuki diri karena pada masa lalu melakukan kesalahan yang fatal, sebagian lagi merasa sangat tidak beruntung sebab di masa lalu berada pada kubangan kemiskinan dan menganggap itu alasan yang bisa disalahkan hingga pada masa sekarang dia masih miskin.

Bagaimana masa laluku? Well, mungkin saja tidak sebewarna kalian yang beruntung. Masa laluku tidak begitu indah. Beberapa saat hingga kini jika aku mengingatnya aku akan dirundung duka. Melupakan masa lalu seperti juga kamu bukanlah hal yang gampang! Justru jauh lebih sulit dari yang dibayangkan. Tapi, sesulit apapun aku harus melupakannya. Mungkin tidak sepenuhnya melupakannya sebab akhirnya masa lalu itu selalu meninggalkan jejak yang bisa membawa kita ke arah yang lebih baik.

Keberuntungan yang dibawa masa lalu itu akhirnya terasa. Kalau saja masa laluku tidak berduka mana mungkin aku akan menjadi sekarang? Tempaan beragam kesulitan justru membuatku bertambah kuat..kuat..dan terus menguat. Aku bersyukur karenanya.

Dalam buku yang ditulis Imelda Fransisca, Miss Indonesia 2005, bertutur tentang perjalanan hidupnya yang mengharu biru. Sosok yang nyaris sempurna itu ternyata pernah melewatkan masa lalu yang begitu kelam. Dimulai dari harapan yang meleset jauh dari kenyataan ketika pada saat dia melanjutkan studi di Singapura. Dalam usia dini dia harus menghadapi kekejaman guru yang mendidiknya. Dia mendapatkan siksaan secara psikis dan fisik selama bertahun-tahun sehingga Imelda tumbuh menjadi anak yang melihat segala sesuatu dari sudut negative.Imelda hanya meluapkan kesedihannya dengan menyantap makanan apapun dan itu menyebabkan badannya menjadi gemuk tambun. Pada usia remaja dia akhirnya memilih jalan yang salah untuk mengembalikan kembali percaya dirinya. Dia mengidap ANEROXIA[1] karena merasa benci pada dirinya sendiri, benci kepada wajahnya sendiri serta bentuk badannya. Setelah lebih dari tiga tahun mengidap penyakit tersebut, Imelda terbangun dari mimpi buruknya, dengan menekan rasa malu dan keinginan kuat untuk sembuh dia melakukan konsultasi dengan salah satu dosen di fakultas dan atas ketertarikan atas kasusnya tersebut Imelda melupakan impiannya menjadi seorang fashion merchandiser guna menggapai cita-cita menjadi seorang sarjana psikologi. Kini Imelda telah menjadi perempuan yang pantas menyandang Miss Indonesia, menurut Liliana Hari Tanoesudibyo. Imelda mampu bangkit dari masa lalu yang kelam melalui pikiran, ucapan, dan tindakan positif yang dilakukannya.

Kita takkan bisa mengubah masa lalu tapi kita justru paling mampu menghancurkan masa kini dan menggelapkan masa depan dengan masa lalu.Itu sebabnya syukurilah masa lalu dan jadikan alasan kenapa kamu harus melewati hari ini dan masa depan dengan lebih baik.

Selain masa lalu yang buruk, ada pula masa lalu yang baik dimana kita berada pada keadaan lebih baik dibandingkan sekarang. Misalnya, orang tua yang dulu kaya dan kini mengalami kebangkrutan. Ini juga tidak dapat dijadikan penghambat untuk bangkit dan terus menyesali diri. Justru kita harus terpacu untuk mewujudkan lagi keadaan baik itu di masa depan dengan bercermin dari pengalaman bagaimana orang tua kita sempat meraih kesuksesan.

Masa lalu segetir apapun tetap memiliki hikmah di dalamnya



[1] ANEROXIA merupakan kelainan pola makan, dimana penderitanya menganggap makanan sebagai musuh utama. Penderita Aneroxia mengalami penurunan berat badan secara drastic. Penderita Aneroxia sangat kurus dan didalam benaknya masih memiliki pandangan bahwa berat badannya sangat berlebihan

No comments: