18 October 2016

Suami adalah Coach Seorang Istri




Ini pasti terjadi, menjelang coaching berhamburan IDE dan akhirnya jadi sulit tidur.
Dalam sebulan, ada masa satu hari saya nggak bisa tidur sama sekali. Biasanya yang saya lakukan adalah mencatat ide satu persatu dan saya bakal terperanjat sendiri pada menjelang dini hari akan ada RATUSAN IDE tercatat.

Ide-ide inilah yang kerapkali mendukung perjalanan Indscript dari waktu ke waktu.
Iya, bisnis tanpa ide apalah jadinya!

Setelah ngelembur IDE, keesokan harinya, saya dan suami akan melakukan couple coaching dan kami menyiapkan buku catatan masing-masing.

Bagi saya BUKU CATATAN itu sangat penting ketika mengikuti sebuah workshop, seminar, training, atau coaching KARENA saya nggak pengen ada satu IDEpun lepas dari kepala saat menerima ILMU.

Iya, saya bakal jadi GELAS KOSONG, demikian juga dengan suami. Kami adalah dua gelas kosong yang siap diisi oleh ilmu baru dan IDE BARU.

Seperti halnya saya dan suami ikut coaching, buku catatan adalah salah satu syarat yang juga harus dimiliki juga oleh peserta pendampingan bisnis di Indscript. Ternyata, makin rajin mencatat, makin PAHAM apa yang diberikan, dan makin serius ACTIONNYA karena tidak ada ide yang hilang.

Nah, jika ada yang bertanya siapakah coach bisnis dan spiritual saya, jawaban itu pasti suami saya yang telah membuat saya bisa melangkah dengan tenang dalam segala kondisi apapun.

Dialah orangnya yang membuat MIMPI dan TARGET saya bisa tercapai dengan mulus, iya dia adalah suami saya.
Setiap saya memiliki target dan mimpi baru saya akan minta beliau mendoakan di ubun-ubun kepala saya dan memberikan kekuatan untuk melangkah dengan OPTIMIS.
Pesan suami saya tadi malam, ketika ada masalah apapun, yang kita lihat bukan SEKELILING kita tapi DIRI KITA dulu yang kita lihat.  Dengan rajin melihat diri kita sendiri akan semakin MUDAH MELANGKAH dan MEMPERBAIKI MASALAH.

Terimakasih Ayah Deky Tasdikin, semoga setiap do'a dan kekuatan yang diberikan olehmu memberi berkah seluas-luasnya.

No comments: