27 September 2005

Puisi : Badai Tsunami

Angin semilir menyentuh kulitku

Berusaha meredakan gelisah dengan kesegarannya

Sayang dia terlambat datang

Kemarau panjang menerpa hatiku sekian lama

Yang kubutuhkan bukan hanya angin

Aku butuh hujan

Itu pun bukan hujan rintik-rintik

Aku butuh hujan besar yang membanjiri hatiku

Kalau perlu aku butuh badai tsunami

Ya, aku butuh seseorang yang mencintaiku seperti badai tsunami

Agar dia berhasil memporakporandakan kekokohan masa lalu

Dan menggantinya dengan lembaran baru


Yogyakarta, 260905



No comments: