Menuliskan Sejarah


Mengenal beliau sejak tahun 2009, pada tahun itu saya diminta menuliskan biografinya ketika beliau masih ada di Jepang. Hubungan baik terjalin hanya melalui email.
Lalu, kontak kami terputus hingga pertengahan Maret kemarin saya dihubungi sebab beliau sudah kembali ke Indonesia dan meminta saya untuk kembali menuliskan biografinya. Saya menolaknya!

"Bapak akan lebih puas menuliskan biografi bapak sendiri. Saya akan melatih bapak. Bapak memang bisa membayar saya berapapun juga, tapi bapak akan kehilangan nilai dari sebuah sejarah yang bapak alami sendiri. Percayalah menuliskan sejarah sendiri akan lebih puas." Ujar saya.

Awal bulan April ini, saya meng-coaching beliau untuk menulis bukunya sendiri hanya dalam dua hari saja dan alhamdulillah proses penerbitan buku pun lancar hingga ke penerbitan major.
Selamat, Anda lulus, pak!

No comments:

Post a Comment